Penataan Kampung Gulacir Dikebut

WARINGINKURUNG – Perlahan tapi pasti, lingkungan RT 09 RW 03, Kampung Gulacir, Desa Sukabares, Kecamatan Waringinkurung, mulai berubah. Untuk mencapai hasil penataan lingkungan yang maksimal, warga lingkungan itu berpacu dengan waktu. Soalnya, dewan juri Lomba Kampung Bersih dan Aman Kabupaten Serang mulai melakukan tugasnya pada 5 November 2019.  

Menurut Ketua RT 09 RW 03, Kampung Gulacir, Johansyah, penataan lingkungannya dilakukan bertahap setelah warga bermusyawarah pada pekan kemarin. Tahap awal, warga kerja bakti membersihkan tanaman liar di area pos ronda serta mengeruk lumpur dan sampah di selokan. Selanjutnya, pemagaran halaman rumah warga akan mulai dilakukan, sembari warga terus menjaga kebersihan lingkungannya.

“Apabila tahapan pemagaran sudah selesai, warga dianjurkan mengecat pagar pada malam hari untuk mengejar waktu. Karena untuk proses penilaian dari para juri, Kampung Gulacir akan mendapatkan giliran penilaian di tahap pertama, awal hingga pertengahan November,” ungkap Johansyah kepada Banten Raya TV (grup Radar Banten), Senin (21/10).

Ia menerangkan bahwa pengecatan tidak hanya pada pagar bambu di halaman rumah warga yang belum dilengkapi pagar. Pengecatan juga akan dilakukan pada lima pos ronda di Gulacir.

“Meski waktu penilaian sudah dekat, kita optimistis, target warga untuk menyelesaikan penataan Kampung Gulacir sebelum waktu penilaian bisa tercapai,” tegas Johansyah.

Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Sukabares Sahudi berharap, kekompakan warga Gulacir bisa dipelihara. Sehingga, gotong royong warga untuk menata kampung bisa terus dilakukan. Harapannya itu karena kampung lain peserta Lomba Kampung Bersih dan Aman juga melakukan hal serupa.

“Oleh karena itu, kita meminta kepada warga Gulacir juga harus mempersiapkan kampungnya agar bisa meraih hasil memuaskan dalam lomba tersebut,” imbaunya. (rio/ang/don/ira)