Penataan Kawasan Daerah, Pemkab Serang Gandeng Arsitek Unpar

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah memberikan paparan di hadapan Rektor Unpar Mangadar Situmorang dan para arsitek Unpar sebelum penandatanganan nota kesepahaman dengan Unpar di gedung rektorat Unpar, Bandung, Jumat (23/2).

SERANG – Pemkab Serang melakukan memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung di gedung rektorat lantai dua Unpar, Jalan Ciumbuleuit, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/2). Kerja sama tersebut dalam hal penataan kawasan daerah yang akan dibantu oleh para arsitek Unpar.

Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dan Rektor Unpar Mangadar Situmorang. Dengan Unpar, total sudah enam perguruan tinggi yang bekerjasama dengan Pemkab Serang. Perguruan tinggi lainnya meliputi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang, Universitas Indonesia (UI) Jakarta, Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, dan Institut Pertanian Bogor (IPB) Bogor.

Tatu mengaku, pihaknya mempunyai keterbatasan membangun daerah terutama soal anggaran. Oleh karena itu, ia menggagas kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kerja sama dengan Unpar, dijelaskan Tatu, paling utama terkait bantuan penataan kawasan di Kabupaten Serang dari para arsitek Unpar. Oleh karena itu, sebagai tindak lanjut kerja sama akan dilakukan antara Fakultas Teknik Unpar dengan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Tata Bangunan (DPKPTB) Kabupaten Serang.

“Kami di Pemkab Serang punya keterbatasan anggaran. Makanya, dibutuhkan kemitraan dengan berbagai pihak termasuk kalangan perguruan tinggi,” terang politikus Golkar itu dalam siaran pers yang disampaikan oleh Bagian Komunikasi Informatika (Kominfo) Setda Pemkab Serang, Minggu (25/2).

Untuk kerja sama dengan Untirta, dijelaskan Tatu, dalam bentuk pendidikan vokasi setara diploma satu (D-1) bagi mahasiswa asal Kabupaten Serang jurusan ilmu kimia. Mahasiswa yang lulus akan langsung diserap oleh PT Krakatau Steel (KS). Tak hanya itu, pihaknya juga mendukung pembentukan fakultas kedokteran dengan menyerahkan akademi keperawatan (akper) milik Pemkab Serang. Sementara, perjanjian kerja sama dengan UI, yakni dalam bentuk beasiswa bagi mahasiswa asal Kabupaten Serang setara diploma tiga (D-3).

“Kerja sama lainnya terkait penelitian, pendampingan program, hingga pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat,” jelas ibu tiga anak ini.

Sementara kerja sama dengan UGM, lanjutnya, sudah berlangsung sejak dirinya menjadi wakil bupati Serang. Yakni, kerja sama dalam bentuk kajian bidang perikanan. Untuk kerja sama dengan Unpad, tambah Tatu, dalam bidang peningkatan sumber daya manusia (SDM). Adapun dengan IPB pada bidang pertanian. “Pemda punya keterbatasan kualitas dan kuantitas sumber daya, baik anggaran, SDM, maupun sarana prasarana. Karena itu, kami berpikir secara kreatif dan inovatif untuk membangun sistem manajemen pemerintahan yang lebih efektif dan efisien. Salah satunya melalui sistem kemitraan,” tandas Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Banten ini.

Rektor Unpar Mangadar Situmorang menyambut baik ajakan kerja sama dari Pemkab. Ia pun mengapresiasi rekan-rekannya dari Fakultas Teknik Unpar khususnya arsitek. “Kami harapkan kerja sama ini bisa memberikan kontribusi. Tentunya dengan catatan tidak berhenti di atas kertas untuk membantu maksimal kepada Pemkab Serang,” tegasnya. (Nizar S/RBG)