Penataan PKL di JLS, Pemkot Bangun Tenant Kuliner

CILEGON – Salah satu upaya penataan Jalan Aat-Rusli adalah dengan menertibkan keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini berada di sepanjang trotoar jalan yang lebih dikenal Jalan Lingkar Selatan (JLS) tersebut.

Untuk menata keberadaan para pedagang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon akan membangun tenant kuliner di trotoar kilometer nol. “Zona kuliner ini akan dibagi menjadi zona eksklusif, zona satu, dua, dan tiga,” ujar Kepala Disperindag Kota Cilegon Tb Dikrie Maulawardhana, Jumat (13/9).

Menurut Dikrie, zona eksklusif merupakan zona untuk pusat oleh-oleh, zona itu akan berada di 50 meter pertama titik awal Jalan Aat-Rusli. Di trotoar sepanjang 50 meter tersebut akan dibangun tenant oleh-oleh sebanyak enam lokal, dengan dimensi 9×3 meter. Pembangunan akan dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cilegon.

“Kita targetkan Oktober sudah mulai dibangun,” papar Dikrie.

Untuk zona satu, dua, dan tiga, pembangunan tenant akan diserahkan pada PKL, namun dengan syarat mengikuti dengan apa yang dibangun oleh Pemkot Cilegon, perbedaan hanya pada dimensi, dimana yang dibangun PKL hanya 3×3 meter.

Zona khusus pedagang itu akan berdiri di trotoar sepanjang 300 meter, menurut Dikrie hal tersebut sesuai dengan Surat Keputusan Walikota Cilegon tentang Penetapan Jalan Aat-Rusli.

“Pemerintah juga akan menata trotoarnya, akan kita siapkan tempat duduk, dan memperindah trotoar,” ujarnya. (Bayu Mulyana)