Pencairan Gaji ke 13 Belum Jelas

Ilustrasi uang (Pixabay).

SERANG – Waktu pencairan gaji ke 13 para ASN masih belum jelas. Meskipun anggaran sudah disiapkan, tetapi hingga saat ini peraturan mengenai gaji ke 13 belum juga turun.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten Rina Dewiyanti mengaku anggaran yang disiapkan untuk gaji ke 13 bagi para abdi negara di Pemprov Banten mencapai Rp45 miliar. “Tapi nunggu arahan pusat,” ujar Rina, Senin (27/7).

Kata dia, diperkirakan ada 9.487 orang ASN di lingkup Pemprov yang bakal menerima gaji ke 13 tersebut. Gaji ke 13 itu bakal diberikan kepada seluruh ASN kecuali eselon II dan I.

Namun, ia mengaku hingga saat ini, Peraturan Presiden (PP) dan surat edaran dari pemerintah pusat belum turun. “Kami masih menunggu,” tutur mantan Kepala BPKAD Kabupaten Lebak ini.

Seperti diketahui, pemerintah akan mencairkan gaji ke 13 pada Agustus nanti bagi ASN, TNI, dan Polri. Gaji ke 13 itu diharapkan bisa menjadi bagian stimulus bagi perekonomian yang tengah tertekan pandemi Covid-19. Skema pencairan gaji ke 13 itu akan sama dengan Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri pada Mei lalu. ASN yang menerima gaji ke 13 itu level eselon III ke bawah serta pensiunan.

Pencairan gaji ke 13 ini akan dikeluarkan melalui PP setelah merevisi dua PP sebelumnya yakni PP Nomor 35 Tahun 2019  dan PP Nomor 38 Tahun 2019. Dengan skema yang sama seperti THR, gaji ke 13 kemungkinan hanya menghitung gaji pokok dan tunjangan yang melekat di dalamnya, tidak termasuk tunjangan kinerja.

Namun, Kepala BPKAD Kota Serang Wachyu B Kristiawan mengaku pihaknya belum dapat memastikan komponen apa saja yang terdapat dalam gaji ke 13 karena PP terkait hal itu belum turun. “Kami masih menunggu PP-nya terbit,” ujarnya.

Meskipun begitu, ia mengaku sudah menyiapkan sekira Rp20 miliar untuk pembayaran gaji ke 13 bagi ASN Pemkot Serang. Jumlah ASN Pemkot yang akan mendapatkan gaji ke 13 itu mencapai empat ribu orang. (nna/nda)