Pencari Kerja Meningkat, Kesempatan Kerja Tak Sebanding

CILEGON – Pencari kerja di Kota Cilegon membludak sejak dua bulan terakhir. Terlebih, setelah Lebaran jumlah pemohon kartu AK-1 atau kartu kuning semakin meningkat signifikan. Data yang diperoleh dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon, jumlah pemohon kartu kuning mengalami peningkatan sejak Mei 2018.

Pada Januari 2018, pemohon kartu kuning mencapai 101 orang, Februari 106 orang, Maret 108 orang, April 148 orang, Mei 1.279 orang, dan Juni sampai tanggal 27 sudah mencapai 351 orang. Pada Mei dan Juni terlihat terjadi peningkatan yang cukup siginfikan dibandingkan bulan lainnya.

Kepala Seksi (Kasi) Penempatan Tenaga Kerja Lokal Disnaker Kota Cilegon Wawan Gunawan mengatakan, peningkatan pemohon AK-1 dalam dua bulan terakhir mengalami peningkatan. Itu terjadi setelah pengumuman kelulusan sekolah menangah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK).

“Ini sama dengan fenomena. Setiap tahun dimana setelah pengumumam kelulusan SMA atau SMK, pasti terjadi peningkatan signifikan pemohon AK-1. Ditambah lagi sekarang pasca-Lebaran, semakin banyak yang ingin mencari pekerjaan,” kata Wawan, Kamis (28/6).

Wawan menambahkan, peningkatan pemohon AK-1 bulan Juni juga mengalami peningkatan. “Memang tidak signifikan untuk bulan ini, tapi tetap saja ada peningkatan dibandingkan bulan Januari hingga April. Ya itu tadi, biasanya ada warga yang mudik dan saat balik ke Cilegon membawa saudaranya dan berdomisili di Cilegon. Setelah itu membuat KTP Cilegon dan kemudian membuat AK-1 sebagai syarat mencari kerja,” jelasnya.

Sejak awal Januari sampai 27 Juni 2018, jumlah pencari kerja di Cilegon sudah mencapai 2.093 orang. Sementara, jumlah lapangan kerja yang tersedia tidak mencapai jumlah tersebut. “Dari data yang kami miliki, jumlah pencari kerja dan lapangan kerja yang tersedia saat ini tidak sebanding. Tapi, kami juga berupaya menjembatani antara perusahaan dan pencari kerja,” terang Wawan.

Saat ini Disnaker Kota Cilegon terus berkomunikasi dengan berbagai perusahaan untuk memberitahukan pihaknya bila membuka lowongan kerja. “Kalau ada perusahaan yang membuka lowongan kerja tanpa memberitahukan ke Disnaker Kota Cilegon, akan kami surati dan beri teguran. Tujuannya agar Disnaker membantu menyebarluaskan informasi tersebut dan menjembatani antara perusahaan dan pencari kerja,” tandas Wawan.

Sementara itu, staf pembuatan AK-1 Disnaker Kota Cilegon Ahmat Taufan menyatakan, saat ini pencari kerja di Cilegon semakin membludak. Dalam sehari bisa mencapai puluhan orang yang mengajukan permohonan AK-1. “Apalagi, saat ini pelayanan AK-1 hanya terpusat di kantor Disnaker Kota Cilegon. Pelayanan di sebelah kantor DKPS (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) sudah tidak ada lagi,” ucapnya. (Andre AP/RBG)