Pencatatan Barang Persediaan Pemprov Banten Masih Jadi Masalah

SERANG – Pencatatan dan pelaporan barang persediaan di Pemprov Banten masih jadi masalah dalam laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Banten setiap tahun anggaran.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten Nandy Mulya S menjelaskan, persediaan adalah aset lancar dalam bentuk barang atau perlengkapan yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan operasional pemerintah daerah, dan barang-barang yang dimaksudkan untuk diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.

Dijelaskan Nandy, beberapa permasalahan barang persediaan Provinsi Banten dalam penyusunan LKPD tahun anggaran 2017 diantaranya, pengurus barang atau pengurus barang pembantu dan pembantu pengurus barang kurang memahami dalam kelompok jenis barang persediaan. Kemudian, OPD tidak tepat waktu dalam memberikan Laporan persediaan TA 2017.

“Permasalahan lainnya, SMA/SMK kurang memahami tentang barang persediaan dan stock opname, mengakibatkan salah dalam menyajikan laporan barang persediaan. Terakhir, sejumlah OPD belum menyerahkan laporan barang persediaan triwulan IV tahun anggaran 2017 berbasis aplikasi,” jelas Nandy.

Ada 32 OPD yang menurut Nandy masih belum menyerahkan laporan tersebut.

Untuk menyelasaikan persoalan tersebut, Pemprov Banten telah melakukan sejumlah upaya. Misalnya, pembenahan database barang persediaan secara simultan dan bertahap, melakukan entry database ke dalam program aplikasi persediaan, melakukan pelatihan dan pendampingan secara terus menerus kepada pengurus barang atau pengurus barang pembantu dan pembantu pengurus barang agar disiplin pencatatan dan pelaporan.

“Terakhir melakukan penyempurnaan atau pembangunan aplikasi persediaan,” katanya.

Menurut Nandy, kunci dari pada penyelesaian permasalahan barang persediaan ini adalah komitmen, diperlukan komitmen yang kuat para pihak terkait, disamping itu perlu juga harus konsisten melaksanakannya. Semua itu memerlukan kerja keras, dan dituangkan melalui program kegiatan yang berkesinambungan. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)