Pencinta Lingkungan: Keramba Ikan Sebabkan Sedimentasi di Situ Gintung!

Ilustrasi/ Inet

CIPUTAT TIMUR – Area lahan konservasi dan daerah resapan air di Situ Gintung, Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangsel kini berubah fungsi. Sudah banyak keramba ikan air tawar yang dikelola warga sekitar memenuhi permukaan situ.

Pantauan Harian Radar Banten di lapangan, kondisi situ yang pernah jebol di 2008 lalu itu, kini banyak terdapat jaring apung/keramba. Akibatnya, laju air ke area situ tersendat yang disebabkan timbunan sampah di beberapa titik ada yang seluruh area telah ditutupi semak dan gulma serta adanya area pemancingan.

Pencinta Lingkungan dari UIN Syarif Hidayatullah Ciputat Umi Latifah mengatakan jaring apung atau keramba telah merusak pemandangan dan estetika. Selain itu mengganggu fungsi situ sebagai daerah resapan air. “Adanya keramba ikan di situ mengakibatkan sedimentasi atau pendangkalan,” ungkapnya, Selasa (2/2/2016).

Menurutnya, keberadaan keramba dapat mengancam situ baik dari pendangkalan, sampah, hingga akibat terfatal adalah banjir, bahkan dapat menyebabkan jebolnya tanggul situ kembali. Pendangkalan berimbas pada berkurangnya daya tampung air, sehingga membuat pencemaran air, seperti sampah, plastik dan sebagainya. Jika daya tampung air sudah berkurang, maka limpahan air ke tanggul bisa keluar dari situ dan menyebabkan banjir sampai ke badan jalan. “Jika sudah begini, tanggul bisa jebol,” katanya.

Sementara Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kota Tangsel mengatakan, petani keramba bisa diberdayakan untuk menjaga situ baik dari petani keramba hingga membuat usaha yang dapat menunjang pariwisata di sekitar situ. “Jika pengelolaan diserahkan pada daerah. Maka bisa lebih mudah untuk dipantau dan dijaga” pungkasnya.

Sebelumnya, ‎secara bertahap Pemerintah Kota Tangsel akan menyulap sebanyak tujuh dari sembilan titik lahan situ di Tangsel secara bertahap dijadikan lokasi wisata dengan tematik tertentu. (RB/riz)