Pencuri Bersenjata Tajam Satroni Minimarket di Rangkasbitung

Petugas kepolisian sedang meminta keterangan pegawai minimarket dan memeriksa CCTV, setelah toko ini disatroni pencuri, kemarin.

RANGKASBITUNG – Pencuri bersenjata tajam menyatroni minimarket di Kampung Curugpasir, Desa Narimbangmulya, Kecamatan Rangkasbitung, pada Rabu (4/7) sekira pukul 11.30 WIB. Pelaku sempat menodongkan pisau kepada korban, tetapi aksi tersebut mendapatkan perlawanan dari karyawan minimarket sehingga pencuri tersebut tidak berhasil menggasak uang di brankas.

Informasi yang dihimpun Radar Banten, pencuri bersenjata tajam mendatangi minimarket dengan berpura-pura sebagai pegawai minimarket. Dia menggunakan ID card dan seragam minimarket. Karyawan yang bekerja menduga, pelaku sedang melakukan kunjungan ke toko untuk melakukan survei pelayanan, stok produk, dan kondisi kebersihan. Terlebih, pelaku mempertanyakan kepala toko, stok barang, dan uang di brankas.

Tanpa curiga, karyawan minimarket memberikan informasi yang dipertanyakan pelaku. Bahkan, ketika diminta membuka brankas, karyawan minimarket pun membukanya. Namun, ketika pelaku berniat menggasak uang di brankas, karyawan minimarket melakukan perlawanan sehingga pelaku memukul kepalanya dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).

Korban kemudian berteriak meminta tolong sehingga pelaku panik dan akhirnya kabur dari tempat kejadian perkara (TKP). Warga yang mendengar teriakan minta tolong langsung mendekat dan mengejar pelaku. Namun, upaya warga tidak membuahkan hasil karena pelaku lari dengan cepat dan terdeteksi berada di Citeras.

Karyawan minimarket Alpina Indriyani menyatakan, saat beraksi pelaku berperilaku baik dan sopan. Dia keliling di dalam toko untuk memeriksa barang dagangan yang dipajang di minimarket tersebut. Tidak hanya itu, pelaku juga mempertanyakan stok barang, brankas, dan sejumlah dokumen toko. “Tampangnya enggak mencurigakan. Dia mengaku sebagai petugas dari kantor pusat yang melakukan survei ke toko-toko,” kata Alpina kepada wartawan, kemarin.

Setelah itu pelaku masuk ke ruang kantor untuk menemui kepala toko minimarket. Di dalam kantor tersebut, pelaku berkomunikasi dengan kepala toko. Namun, Alpina tidak tahu menahu apa yang diobrolkan di dalam ruangan tersebut. Apalagi, Alpina diminta pelaku untuk stand by di bagian kasir dan melayani konsumen. “Ketika saya sedang menyapu di depan toko, terdengar teriakan minta tolong. Saya lihat, pria yang tidak dikenal tersebut lari keluar minimarket. Setelah diperiksa, hanya handphone toko yang hilang dibawa kabur pelaku,” jelasnya.

Warga Kampung Curugpasir Jasar mengatakan bahwa mendengar suara teriakan minta tolong dari karyawan minimarket. Dia dan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian langsung mendekat dan sempat mengejar pelaku yang akan menggasak uang di minimarket. “Saya dan warga menemukan sepatu, pisau, pakaian, dan kartu ID card minimarket yang diduga milik pelaku pencurian. Semua barang bukti tersebut sudah kita serahkan kepada pihak kepolisian,” terangnya.

Kaur Reskrim Polres Lebak Iptu Malik Abraham menyatakan, belum mengetahui kronologi kejadian pencurian di minimarket. Dirinya masih melakukan penyelidikan dengan melihat rekaman CCTV dan memintai keterangan dari karyawan minimarket dan masyarakat yang ada di sekitar toko tersebut. Untuk itu, Malik belum tahu ada barang bukti pisau, baju seragam, ID card, tas, dan sepeda motor yang telah diamankan. “Tadi yang ke sini pertama merupakan tim dari sentra pelayanan kepolisian (SPK). Saya ditelepon Pak Suharto (polisi-red) dan langsung ke sini sehingga belum mengecek barang-barang yang diamankan rekan-rekan SPK,” ujarnya.

Setelah memberikan keterangan singkat, Malik mengaku akan mengejar pelaku yang terdeteksi berada di Citeras. Lokasi tersebut diketahui polisi dari GPS handphone toko yang dibawa kabur pelaku pencurian bersenjata tajam. “Sudah dulu ya, saya ke Citeras dulu,” kata Malik sambil berlalu dari hadapan wartawan. (Mastur/RBG)