Pencuri Mesin Air Divonis Sembilan Bulan Penjara

Ilustrasi.

SERANG – Hadi Supriyadi alias Zagir dijatuhi hukuman pidana penjara selama sembilan bulan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Serang, Kamis
(7/11). Hukuman tersebut dijatuhkan karena Hadi telah terbukti melakukan pencurian mesin air milik MH Suherman Agustus 2019 lalu.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama sembilan
bulan dikurangkan selama terdakwa berada di dalam tahanan,” ujar Ketua
Majelis Hakim Yusriansyah saat membacakan amar putusan.

Perbuatan Hadi menurut majelis hakim telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 363 Ayat (1) ke- 3 dan 5 KUHP tentang Pencurian. “Sesuai dengan dakwaan tunggal penuntut umum,” kata
Yusriansyah.

Kasus pencurian tersebut terjadi pada Minggu (5/8) sekira jam 22.30 WIB. Hadi ketika itu sedang mengobrol di samping
rumah korban di Kampung Ampel, RT 02. RW 01, Kelurahan Pengampelan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang.

Sekira pukul 23.00 WIB Hadi melihat situasi rumah korban dalam keadaan sepi. Saat itu timbul niat Hadi melakukan pencurian.

Dia lalu masuk ke dalam rumah melalui pintu belakang yang didobraknya. Saat berada di dalam, Hadi mengambil tembaga instalasi listrik sepanjang kurang lebih 20 meter dan mengambil mesin pompa air. Barang curian tersebut oleh Hadi kemudian dibawa pulang dijual.

Tembaga hasil curian tersebut oleh Hadi dijual kepada tukang rongsok keliling seharga Rp40 ribu. Sementara mesin pompa air belum sempat dijual karena keburu ketahuan oleh petugas keamanan di lingkungan rumah korban.

Atas vonis tersebut, Hadi menyatakan menerima putusan. Sikap yang sama diambil JPU Kejari Serang Afiful Barir kendati vonis lebih ringan tiga bulan dari tuntutan.

“Kami menerima majelis
(menyebut hakim-red),” tutur Afiful Barir. (Fahmi Sai)