Pendaftaran Asda I Pemprov Banten Diperpanjang

0
312 views

SERANG – Dari lima Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkup Pemprov Banten yang diseleksi terbuka, hanya satu yang belum memenuhi kuota. Berdasarkan rapat pleno panitia seleksi (pansel) yang dihelat kemarin sore, pendaftaran jabatan Asda I Pemprov Banten diperpanjang.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten Komarudin mengatakan, pendaftaran Asda I diperpanjang lantaran peserta yang lulus administrasi kurang dari empat orang. “Yang daftarnya empat orang, tapi yang lulus hanya dua orang,” ujar Komarudin, Senin (14/10).

Diketahui, Pemprov membuka seleksi terbuka lima JPT Pratama. Selain jabatan Asda I, empat posisi lainnya, yakni kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), kepala Dinas Ketahanan Pangan, dan kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Komarudin mengatakan, di hari terakhir pendaftaran, ada 32 orang yang mendaftar untuk lima jabatan tersebut. Hanya saja, berdasarkan rapat pleno pansel, yang dinyatakan tidak lulus ada lima orang.

Mantan pj bupati Tangerang itu mengaku, di hari terakhir pendaftaran, yakni Minggu (13/10), baru banyak pejabat yang mendaftar. Pihaknya memang sengaja mengirimkan surat ke berbagai instansi agar lelang jabatan ini diikuti banyak peserta. “Kami kirim sampai ke kementerian,” tuturnya.

Bahkan, pendaftaran juga dilakukan secara online. Persyaratan dapat dikirim dalam bentuk soft copy saat mendaftar. “Agar panitia dan peserta tidak tatap muka,” ungkapnya.

Ia menerangkan, dari lima jabatan itu, hanya pendaftaran Asda I saja yang diperpanjang selama tujuh hari ke depan. Sedangkan tahapan open bidding empat jabatan lainnya memasuki tahap selanjutnya, yakni asesmen.

Usai asesmen, lanjutnya, para peserta akan mengikuti tes kesehatan dan dilanjutkan dengan penelusuran rekam jejak. Setelah itu, para peserta mengikuti tes menulis makalah dan wawancara akhir. Kemudian, pansel akan menyampaikan hasil seleksi kepada gubernur Banten selaku pejabat pembina kepegawaian.

Setelah itu, pansel melaporkan kepada Komisi Aparatur Sipil Negara. Apabila tak ada halangan, maka pada November mendatang, jabatan yang saat ini kosong akan diisi dengan para pejabat hasil open bidding.

Kata dia, para pendaftar tidak hanya berasal dari internal Pemprov, tapi juga eksternal. Hanya saja, ia mengungkapkan, para pendaftar tetap didominasi oleh para pejabat internal Pemprov.

Berbeda dengan open bidding sebelumnya yang dihelat Pemprov dengan menggandeng unsur Kementerian Kesehatan untuk menjadi pansel, kali ini Pemprov menggandeng Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Komposisinya dua internal, tiga eksternal. Salah satunya eksternal dari Kemendagri,” terang Komarudin. (nna/alt/ira)