Pendaftaran Bakal Caleg Provinsi: Wajah Lama Masih Jadi Andalan

Ketua DPD PDIP Banten Asep Rahmatullah (tengah) menandatangani berkas pendaftaran bakal caleg DPRD Banten, di kantor KPU Banten, Kota Serang, Selasa (17/7).

SERANG – Pemilu 2019 sudah di depan mata. Sebanyak 16 partai politik (parpol) peserta pemilu sudah ramai-ramai mendaftarkan calon anggota legislatif (caleg) untuk DPR dan DPRD ke KPU.

Di Provinsi Banten, dua hari terakhir pendaftaran ditutup, pengurus parpol baru berani mendaftarkan bakal caleg-nya untuk bertarung di sepuluh daerah pemilihan (dapil) yang menyediakan 85 kursi anggota DPRD Banten periode 2019-2024.

Berdasarkan data KPU Banten, dari sepuluh dapil, hanya empat dapil yang kuota kursinya paling banyak. Yaitu, dapil Banten II (Kabupaten Serang) menyediakan 12 kursi, Banten IV (Kota Tangerang B) dan Banten VII (Kota Tangsel) masing-masing menyediakan 11 kursi, serta Banten III (Kota Tangerang A) tersedia sepuluh kursi. Dapil lainnya di bawah sepuluh kursi.

Hingga Selasa (17/7) malam pukul 23.20 WIB, semua parpol telah menyerahkan berkas pendaftaran bakal caleg provinsi ke KPU Banten. Partai NasDem tercatat sebagai parpol pertama yang daftar. Sementara, Partai Persatuan Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) menjadi parpol paling akhir yang menyerahkan berkas pendaftarannya ke KPU Banten hanya berselang 30 menit sebelum masa pendaftaran ditutup pukul 24.00 WIB.

Berdasarkan keterangan pers pimpinan parpol yang sudah mendaftarkan berkas bakal caleg-nya ke KPU, semua parpol mengklaim partainya bisa meraih kursi di setiap dapil. Bahkan, sejumlah parpol lama menargetkan lebih dari sepuluh kursi pada Pemilu 2019.

Ketua DPD PDIP Asep Rahmatullah optimistis, bisa mengulang kesuksesan Pemilu 2014, yang kala itu partainya berhasil keluar sebagai pemenang Pemilu 2014 dengan menempatkan 15 kadernya duduk di DPRD Banten, ditempel ketat Partai Golkar, Gerindra, Demokrat, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

“Kami optimistis PDIP bisa mempertahankan kemenangan di Banten. Kami berharap raihan kursinya bertambah dari Pemilu 2014,” katanya.

Asep memastikan, semua bakal caleg yang didaftarkannya adalah kader-kader terbaik yang sudah diberikan pembekalan oleh DPP.

“Penjaringan dan penyaringan bakal caleg di PDIP sangat ketat, itu dilakukan karena PDIP sangat serius menyiapkan kemenangan,” ungkapnya.

Asep pun mengakui bahwa partainya masih mengandalkan wajah lama, yang kembali maju sebagai caleg.

“Tentu saja semakin kuat dengan adanya sejumlah wajah baru yang potensial meraih kursi,” tambahnya.

Senada dengan itu, Sekjen DPD Partai Golkar Banten Bahrul Ulum optimistis, Golkar mampu meraih kemenangan mengalahkan partai lain terutama PDIP sebagai pesaing utamanya. “Semua bakal caleg yang kami daftarkan adalah yang terbaik, insya Allah, Golkar memenangkan Pileg 2019 di Banten,” harapnya.

Sebelumnya, Sekjen DPD Gerindra Banten Andra Soni juga mengklaim partainya mengombinasikan wajah lama dan wajah baru untuk memperebutkan kursi di DPRD Banten.

“Target Gerindra meraih sebanyak-banyak kursi, kami ingin menang di Pileg dan Pilpres 2019,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua DPW NasDem Provinsi Banten Wawan Iriawan mengaku bersyukur karena partainya menyerahkan berkas paling awal.

Alhamdulillah, NasDem parpol pertama yang mendaftar ke KPU. Dan berkas kami dinyatakan lengkap dan diterima KPU,” katanya.

Wawan melanjutkan, semua persyaratan pencalonan telah dipenuhi partainya termasuk keterwakilan perempuan 30 persen.

“Dari sepuluh dapil, NasDem terisi 100 persen bakal caleg provinsi. Insya Allah, semua caleg NasDem adalah yang terbaik sehingga semua dapil berpeluang besar meraih kursi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Banten Budi Hartono optimistis, partainya bisa meraih kursi di DPRD Banten meskipun partainya pendatang baru.

“Harapan kami bisa meraih kursi sebanyak-banyaknya meskipun tidak mudah,” urainya.

Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Banten Miptahudin menuturkan, partainya menargetkan di Pemilu 2019 bisa masuk tiga besar di Provinsi Banten.

“Kami mendaftarkan bakal caleg provinsi sekitar 90 persen sebab ada tiga dapil yang tidak terisi 100 persen karena waktunya mepet,” katanya.

Menurut Miptah, kursi untuk di DPRD provinsi pada Pemilu 2019 ditargetkan bertambah dua kursi. “Pada Pemilu 2014, PKS meraih delapan kursi. Sekarang kami targetkan sepuluh kursi,” katanya.

Terkait hal itu, Ketua KPU Banten Wahyul Furqon kepada Radar Banten mengungkapkan, setengah jam sebelum pendaftaran ditutup, sebanyak 16 parpol peserta Pemilu 2019 telah menyerahkan berkasnya ke KPU. “Alhamdulillah, PPP dan PKPI daftar ke KPU di menit-menit akhir,” kata Wahyul usai menutup masa pendaftaran pukul 24.00 WIB.

Tahapan selanjutnya, semua berkas parpol yang telah mendaftar akan dilakukan penelitian administrasi selama satu pekan. Bagi parpol yang belum memenuhi persyaratan administrasi, masih diberikan kesempatan melakukan perbaikan.

“Untuk masa perbaikan dimulai 22-31 Juli 2018,” urainya.

Ditegaskan Wahyul, pihaknya telah membentuk empat tim untuk menerima berkas dari 16 parpol tersebut. “Harusnya parpol telah melengkapi semua persyaratan sesuai yang telah ditetapkan KPU,” tegasnya.

KPU Banten, lanjut Wahyul, akan mengumumkan daftar calon sementara (DCS) pada 8-12 Agustus, sedangkan penetapan DCT pada 20 September 2018. “DCT nantinya akan diumumkan pada 20-23 September,” ungkapnya.

PENDAFTARAN DI DAERAH  

Sementara itu, hingga tadi malam sekira pukul 22.45 WIB, KPU Kabupaten Serang telah menerima pendaftaran 13 parpol dari 16 yang terdaftar. Pendaftaran menumpuk di hari terakhir masa pendaftaran. “Tinggal menunggu Partai Garuda dengan PBB (Partai Bulan Bintang), mereka sudah hadir dan telah mengisi daftar hadir,” kata Kasubag Umum KPU Kabupaten Serang Nana Heryatna.

Nana mengatakan, satu parpol yang terdaftar, yakni PKPI yang tidak mendaftar. Hal itu lantaran tidak lengkapnya kepengurusan dan bakal caleg yang akan ikut di pesta demokrasi 2019.

Di Kota Cilegon, dari 16 partai yang tercatat sebagai peserta pemilu tahun depan ada 11 partai yang mendaftar pada hari terakhir. Lima partai yang sudah terlebih dahulu daftar, yaitu PKS pada Minggu (15/7), kemudian Partai Gerindra, Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan PPP yang mendaftar pada Senin (16/7).

Soal alasan, seluruh pimpinan partai kompak menjawab dengan alasan yang sama, yaitu menunggu waktu yang tepat. Dengan berbagai kemasan, pimpinan partai berdalih hari terakhir adalah hari yang tepat untuk mendaftarkan bacaleg ke KPU Kota Cilegon.

Ketua DPC PDIP Kota Cilegon Reno Yanuar, misalnya. Kepada wartawan, Reno menuturkan, jajaran pengurus DPC PDIP Kota Cilegon dan 40 bacaleg yang akan didaftarkan menilai hari Selasa merupakan hari yang bagus. Penilaian itu menurutnya berdasarkan pertimbangan dengan berbagai macam alasan.

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Cilegon Rahmatulloh menjelaskan, Demokrat Kota Cilegon baru mendaftar pada hari terakhir karena sesuai dengan instruksi dari DPP Partai Demokrat. “Dan kenapa kami mendaftar jam 14.00, pertama sesuai instruksi partai dari DPP, kedua jam 14.00 karena kebetulan Demokrat nomor urut 14,” ujarnya.

Sama seperti ketua partai lainnya, Rahmatulloh menampik bahwa hari terakhir dijadikan hari untuk mendaftar karena mengalami kendala selama persiapan pendaftaran. “Semuanya lancar, tidak ada kendala apa-apa,” ujarnya.

Di Kota Serang, dari 16 parpol peserta Pileg 2019 hanya PKPI yang tidak mendaftarkan caleg-nya ke KPU Kota Serang. Ketua DPC PKPI Kota Serang Daeng Paruka mengaku adanya kekisruhan di pusat saat akan menjadi parpol peserta pileg. “Makanya, saat akan ada yang daftar caleg jadi ragu-ragu,” ungkapnya.

Hingga kemarin, ia mengungkapkan, tak ada orang yang mendaftarkan diri sebagai caleg dari PKPI. Apalagi, anggota DPRD Kota Serang dari PKPI Muji Rohman justru pindah ke Golkar. “Jadi karena tak ada calon makanya kami tidak ke KPU,” ujar Daeng.

Sementara itu, keterwakilan perempuan di 15 parpol lainnya sudah sesuai aturan di atas 30 persen. Namun, anggota KPU Kota Serang Fierly MM mengingatkan, caleg untuk segera melengkapi syarat calon seperti surat pengunduran dari dari ASN, TNI, dan Polri sebelum 31 Juli. Mulai hari ini sampai Jumat (20/7) nanti, pihaknya akan melakukan verifikasi faktual terhadap caleg yang perlu diklarifikasi.

Di Kabupaten Lebak, pada hari terakhir pendaftaran hingga pukul 22.00 WIB sepuluh parpol mendaftarkan caleg-nya untuk berkontestasi pada pesta demokrasi 2019.

Sepuluh parpol yang mendaftar di hari terakhir, yakni PPP, PBB, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Demokrat, dan PKB. Selanjutnya, PSI, Partai Perindo, Partai Berkarya, dan Partai Garuda.

Sementara itu, lima parpol yang mendaftar pada 16 Juli 2018, yaitu Partai Golkar, Partai NasDem, Partai Gerindra, PDIP, dan PKS. Satu parpol, yaitu PKPI belum mendaftar ke KPU Lebak.

Anggota KPU Lebak Sri Astuti menyatakan, sebanyak 15 parpol telah mendaftarkan caleg ke KPU Lebak. Pihaknya masih menunggu satu parpol yang belum mendaftar hingga pukul 24.00 WIB.

“Sekarang sudah 15 parpol yang telah datang dan menyerahkan berkas pendaftaran kepada KPU Lebak,” jelasnya. (Deni S-Rostinah-Rozak-Bayu M-Mastur/RBG)