Pendaftaran SBMPTN Dimulai Hari Ini, Tersedia 128 Ribu Kursi

Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

JAKARTA – Ketua Umum Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017 Ravik Karsidi menjelaskan, pendaftaran SBMPTN dimulai sejak hari ini (11/4) sampai 5 Mei nanti.

Dia menjelaskan, kuota sementara mahasiswa baru melalui SBMPTN berjumlah 128.085 kursi.

’’Kuota ini statusnya masih kuota sementara,’’ katanya di kantor Kemenristekdikti kemarin (10/4), dilansir JPNN.com.

Menurut Rektor UNS itu, kuota mahasiswa baru melalui penjaringan SBMPTN itu berpeluang bertambah.

Sebab para rektor akan mempertimbangan hasil akhir Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Biasanya kursi yang tidak terserap di SNMPTN diluncurkan ke SBMPTN.

Ravik mengatakan, dalam kurun empat tahun terakhir terdapat peningkatan jumlah kuota mahasiswa baru melalui SBMPTN.

Pada 2014 silam mahasiswa baru melalui SBMPTN sebanyak 91.294 kursi. Kemudian tahun berikutnya naik menjadi 115.788 kursi.

Lalu pada SBMPTN 2016 kuota mahasiswa baru sebanyak 126.804 kursi.

’’Diantara penyebab bertambahnya daya tampung SBMPTN adalah jumlah kampus yang semakin banyak.”

Ravik menjelaskan pada periode 2014 lalu, SBMPTN diikuti 64 unit kampus negeri.

Kemudian bertambah menjadi 74 unit kampus negeri (periode SBMPTN 2015), 78 unit kampus negeri (periode SBMPTN 2016), dan 85 unit kampus negeri (periode SBMPTN 2017).

Sesuai dengan jadwal yang telah dikeluarkan panitia, ujian tulis berbasis komputer dan kertas diselenggakan pada 16 Mei.

Kemudian hasil SBMPTN dikeluarkan pada 13 Juni pukul 14.00 WIB. Ravik mengatakan, panitia masih mempertahankan pelaksanaan tes tulis cukup satu hari.

Ravik tidak membatasi jumlah pendaftar SBMPTN tahun ini. Dia memprediksi pelamar SBMPTN tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu.

Rekapitulasi panitia SBMPTN menyebutkan jumlah pelamar tahun lalu mencapai 721.326 orang.

Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan pelamar SBMPTN 2015 yang tercatat 764.185 orang.

Dirjen Pembalajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristekdikti Intan Ahmad mengatakan, kunci dalam menghadapi SBMPTN adalah cermat dalam menentukan prodi kuliah.

’’Pelamar yang tidak lulus SBMPTN itu bukan berarti tidak pintar. Tetapi bisa jadi karena prodi yang dipilih sangat ketat persaingannya,’’ jelasnya.

Guru besar ahli hama ITB itu mengapreasiasi panitia SBMPTN, karena selama ini hampir tidak pernah muncul isu kebocoran soal ujian. Masalah yang kerap muncul adalah perjokian.

Dia mengatakan, mahasiswa yang menjadi joki sebaiknya langsung dikeluarkan dari kampus.

Sebab telah mencederai dunia akademisi yang menjunjung integritas.

Kemudian bagi calon mahasiswa yang menggunakan jasa joki, juga harus langsung dicoret. (wan/JPNN)