Pendamping PKH Bukan Sekadar Tukang Catat, Irjen Kemensos: Harus Bimbing Menjadi Mandiri

0
456 views

SERANG – Rekrutmen Sumber Daya Manusia Program Keluarga Harapan (PKH) jadi rebutan pelamar. Buktinya dari 144.301 pelamar, hanya 65.178 yang masuk verifikasi. Mereka akan menjalani tes ujian tertulis serentak. Di antaranya ujian tes tulis dilakukan di Provinsi Banten.

Irjen Kemensos RI Dadang Iskandar menjelaskan, sebanyak 202 calon SDM PKH melakukan tes untuk bersaing menduduki jabatan sebagai pendamping, administrator pangkalan data dan koordinator kabupaten/ kota di Provinsi Banten. “Banyaknya peminat ini menunjukan antusiasme masyarakat, padahal yang akan kita ambil sebanyak kurang lebih 100 orang,” kata Dadang saat membuka ujian SDM PKH di Hotel Swis Berlin, Cikande, Kabupaten Serang, Kamis (12/12).

Dadang meminta SDM PKH untuk tidak sebatas mencatat dan menfasilitasi penyaluran bantuan. Akan tetapi juga memberikan edukasi kepada keluarga penerima manfaat (KPM) untuk bisa mandiri dan lepas dari masalah kemiskinan yang mereka alami selama ini. “Tugas yang lebih pokok lagi adalah membina Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menjadi keluarga mandiri. Sehingga kedepannya KPM bisa memperbaiki perekonomiannya sendiri,” terang Dadang.

Dadang memastikan ujian SDM PKH berlangsung dengan transparan dan independen. “Sebagai Inspektorat, kehadiran saya di sini untuk memastikan ujian berlangsung transparan dan independen tidak ada rekayasa atau titip titipan,” imbuhnya.

Data Kemensos menyebutkan jumlah pendaftar SDM PKH tembus 144.301. Sedangkan yang masuk proses verifikasi 65.178. Mereka yang lolos verifikasi akan menjalani tes psikologi,dan uji kompetensi. “Yang lolos verifikasi akan menjalani tes psikologi dan uji kompetensi,” terang dia.

Pendaftaran SDM PKH ini, banyak diikuti mereka yang baru lulus D3 dan S1. “Mereka akan mendorong penerima PKH untuk tidak tergantung,” kata Dadang.

Sementara itu, MO Royani, Direktur Jaminan Sosial Keluarga Kemensos menjelaskan seleksi ujian SDM PKH dibagi menjadi tiga gelombang di seluruh Indonesia. Uji tes kompetensi dan psikotes dilakukan di Kabupaten Serang merupakan gelombang ke III.

“Untuk mengawal proses tes berjalan secara fair, Kementerian melibatkan akademisi dari Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta,” kata Royani.

Royani menambahkan, SDM PKH yang dinyatakan lulus ujian akan berkerjasama dengan Dinsos Banten guna mengatasi kemiskinan yang ada, guna memastikan bantuan dari pemerintah bisa sampai kepada KPM. Kementerian Sosial mengalokasikan kurang lebih Rp1 triliun untuk program pengentasan kemiskinan di Banten. Saat ini, ada 654.460 warga pra sejahtera atau sekitar 5,09 persen berdasarkan data tahun 2019.

Royani mengatakan, pada 2020 untuk Program Keluarga Harapan (PKH) alokasi anggaran sekitar Rp32 triliun. Tahun 2019, Banten mendapat alokasi Rp1 triliun dan jumlah yang sama untuk tahun depan. “Pada 2020, kurang lebih segitu juga tapi kami berharap suatu saat jumlah penerima menurun, artinya mencerminkan tingkat kesejahteraan membaik,” kata Royani. (Ken Supri)