Pendangkalan di Kawasan Teluk Labuan Belum Teratasi

PANDEGLANG – Pendangkalan di kawasan dermaga Teluk Labuan, Desa Teluk, Kecamatan Labuan belum teratasi. Buktinya, hingga Rabu (11/9), belum ada kegiatan normalisasi atau pengerukan di kawasan tersebut. Padahal, keluhan terhadap masalah itu sering disampaikan kepada Pemkab Pandeglang dan Pemprov Banten.

Daslan (68), nelayan Desa Teluk Labuan, Kecamatan Labuan mengatakan, pendangkalan di kawasan dermaga itu telah terjadi sejak 2017 lalu dan belum diselesaikan hingga saat ini. Akibat hal itu, kata dia, beberapa perahu nelayan sempat rusak dan karam akibat membentur bebatuan.

“Selama dua tahun terakhir (2018-2019-red) ada enam perahu milik nelayan yang tenggelam, karena lambung kapal terbentur karang,” katanya, Rabu (11/9).

Menurutnya, pendangkalan terjadi akibat penumpukan pasir laut yang terbawa ombak. Sehingga, perawatan di sekitar kawasan teluk penting dilakukan. “Pendangkalan itu terjadi karena pasir laut. Itukan hidup. Jadi enggak diam pasirnya. Makanya, nelayan sini kalau mau nyandar ke dermaga wajib hati-hati, kalau enggak perahu mereka bisa-bisa tenggelam karena lambung kapal menabrak karang,” katanya.

Daslan berharap pemerintah bisa mengatasi persoalan itu, agar tidak ada lagi perahu nelayan yang tenggelam akibat menabrak karang, karena biaya pembuatan perahu sangat mahal.

“Kita sih inginnya agar Pemkab Pandeglang atau Pemprov Banten bisa ngasih solusi agar pendangkalan itu bisa diatasi. Karena kalau dibiarkan semakin lama, bisa-bisa nelayan enggak bisa sandar, karena airnya dangkal. Sedangkan biaya untuk membuat satu perahu nelayan itu bisa sampai Rp160 juta,” katanya.

Ketua Kelompok Nelayan Teluk Labuan Sofyan mengaku, telah menyampaikan keluhan tersebut kepada semua pihak terkait. Mulai dari tingkat pemerintahan desa hingga Pemkab Pandeglang. Namun, sampai saat ini belum ada respons.

“Kita sudah sampaikan persoalan adanya pendangkalan di sekitar perairan teluk, tetapi sampai saat ini belum ada jawaban. Padahal, kalau tidak segera diatasi bisa-bisa banyak perahu nelayan yang tenggelam. Sejak awal 2018 sampai sekarang saja, sudah ada enam perahu nelayan yang tenggelam,” katanya.

Pria yang akrab dipanggil Otang itu berharap agar Pemkab Pandeglang maupun Pemprov Banten segera menyelesaikan persoalan itu, agar para nelayan bisa nyaman mencari ikan. “Kami ingin agar pendangkalan perairan itu bisa diatasi. Karena selama ini para nelayan selalu waswas saat mau bersandar, khawatir perahu mereka menabrak karang,” katanya.

Ditemui di gedung DPRD Pandeglang, anggota DPRD dari Fraksi Partai NasDem Yangto berjanji akan menyampaikan keluhan para nelayan itu kepada Pemprov Banten selaku pihak yang memiliki kewenangan. “Akan kita sampaikan ke Pemprov Banten, karena sekarang kewenangannya ada di Pemprov bukan oleh Pemkab Pandeglang lagi. Mudah-mudahan setelah disampaikan, Pemprov Banten bisa meresponnya dengan baik,”katanya. (dib/zis)