Pendatang Baru Melonjak, Seribu Orang Datang ke Cilegon

Puluhan warga mengantre membuat kartu keluarga dan KTP elektronik di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Cilegon, Selasa (26/6).

CILEGON – Kota Cilegon masih menjadi magnet warga luar daerah untuk mengadu nasib. Seusai Lebaran 1439 H, Kota Baja pun diserbu warga pendatang baru. Bahkan jumlah warga pendatang baru diprediksi akan melonjak dibandingkan tahun sebelumnya. Itu terlihat dari data yang dimiliki Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DKPS) Kota Cilegon.

Dari data DKPS per Mei 2018, tercatat sebanyak 744 orang mengajukan permohonan pindah resmi ke Cilegon. Sedangkan warga Cilegon yang mengajukan pindah ke luar daerah hanya sebanyak 210 orang. Sementara pada Juni, meski datanya belum direkap, tetapi tak kurang dari seribu warga sudah mengajukan permohonan pindah ke Cilegon.

Kepala DKPS Kota Cilegon, Soleh mengatakan, melihat jumlah pendatang baru per Mei 2018 yang mencapai 744 orang, pihaknya memprediksi akan terjadi lonjakan pasca Lebaran, yakni pada bulan Juni. “Kami memiliki sistem rekap sebulan sekali. Untuk data bulan Juni akan keluar pada Sabtu (30/6). Kami prediksi akan terjadi peningkatan atau lonjakan pendatang baru,” kata Soleh saat ditemui di ruang kerjanya Kantor DKPS Kota Cilegon, Selasa (26/6) siang.

Soleh memprediksi akan terjadi lonjakan hingga 10 persen dibandingkan jumlah pendatang pada tahun lalu. “Kalau tahun lalu ada sekira tiga ribuan baik itu yang datang maupun pergi. Biasanya yang pada mudik bawa sanak keluarganya yang lain pas balik. Kadang ada yang bawa dua bahkan sampai tiga orang,” imbuhnya.

Bahkan jumlah warga pendatang baru, lanjutnya, bisa lebih banyak lagi lantaran terkadang datang tanpa membawa surat pindah resmi. Untuk mengantisipasi pendatang yang tidak membawa surat pindah resmi, pihaknya bersama Satpol PP akan menggelar operasi yustisi pada Kamis (28/6).

“Kami sudah berkoordinasi dengan Satpol PP, Polres, dan Kodim 0623/Cilegon. Kalau ada yang seperti itu (tanpa surat pindah resmi-red), kita suruh ngurus surat pindah resmi. Kita tidak mempersulit, satu jam selesai untuk buat KTP dan kartu keluarga (KK). Kalau mau tinggal sementara boleh saja, toleransi hanya sampai dua tahun dan yang penting punya identitas resmi,” ujar Soleh.

Senada, Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Pendaftaran Penduduk DKPS Kota Cilegon Kusmajaya. Dia menyatakan, lonjakan warga pendatang baru memang sudah menjadi tradisi setelah Lebaran. “Prediksi kita sekira tiga ribuan juga, enggak jauh beda dari tahun lalu. Tapi bisa juga lebih kalau melihat dari data jumlah pendatang baru setiap bulannya. Contohnya bulan Mei saja sudah ada 744 orang warga pendatang baru,” tambahnya. (Andre/RBG)