Pendekar Luar Negeri Turut Ramaikan Festival Golok Day 2018

Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi (delapan dari kiri) foto bersama dengan pendekar Banten dan perwakilan dari negara luar saat Festival Golok Day di Alun-alun Cilegon, Minggu (6/5).

CILEGON – Ribuan pendekar dari berbagai wilayah tumpah ruah di Alun-alun Kota Cilegon, Minggu (6/5). Mereka berkumpul untuk memeriahkan gelaran Golok Day yang kini menjadi agenda tahunan Pemkot Cilegon.

Pantauan Radar Banten, Golok Day diawali dengan pawai yang diikuti oleh 5 ribu orang dari berbagai wilayah. Pawai dibuka Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Cilegon Heri Mardiana. Pawai dimulai dari rumah dinas walikota menuju panggung acara yang dipusatkan di Alun-alun Kota Cilegon.

Sesampainya di panggung utama di Alun-alun Kota Cilegon, sejumlah acara dihelat seperti penampilan silat bergolok, penyerahan Golok Day Award, festival seni silat golok, dan seminar golok nasional. Di sekitar area panggung utama ada sejumlah stan dengan nama stan rumah pendekar dan display pusaka nusantara.

Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi mengapresiasi gelaran Festival Golok Day yang sudah rutin digelar tiap tahun. “Saya begitu antusias dengan kegiatan yang menjaga kelestarian budaya ini,” katanya kepada Radar Banten, kemarin (6/5).

Edi menuturkan, kegiatan ini kaitannya dengan budaya daerah maka sudah seharusnya produk budaya ini harus dijaga dan dilestarikan. “Syukur-syukur dengan rutinnya kegiatan ini bisa membuat ikon warisan budaya,” tutur Edi.

Dengan Festival Golok Day ini, kata Edi, harus berdampak positif terhadap proses pembangunan di daerah terutama di Kota Cilegon. “Saya ingin mewujudkan kebersamaan dan persatuan para pendekar. Ini dilakukan agar para pendekar bisa bersama-sama mengawal proses pembangunan daerah,” ujar Edi.

Sementara itu, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Cilegon Muharman Koto mengatakan, melalui Festival Golok Day ada ruang dan waktu antara sesama pendekar untuk menjalin silaturahmi. “Kegiatan ini sudah keempat kalinya digelar. Tahun ini yang terbesar karena ada pendekar dari luar negeri yang juga turut hadir di sini. Ada dari Belanda, Amerika Serikat, Perancis, dan Swiss,” katanya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banten Deden Apriandhie menyatakan, Festival Golok Day merupakan kegiatan yang sangat positif. “Bahkan, kegiatan ini bisa menjadi destinasi wisata baru. Festival Golok Day 2019 harus lebih meriah lagi dibandingkan tahun ini,” terang Deden.

Kata Deden, kegiatan ini harus lebih dikenal secara luas lagi dibandingkan tahun ini. “Insya Allah, tahun depan kita akan terlibat dengan membantu. Ke depan kami dari Pemprov juga bisa membantu. Kita ingin acara ini dikenal lebih luas di mancanegara,” harap Deden.

Sehari sebelumnya, Sabtu (5/5) malam hari, para pendekar yang berasal dari empat negara tersebut sesampainya di Kota Cilegon, terlebih dulu mendatangi Situ Rawa Arum yang terletak di wilayah Kelurahan Rawaarum, Kecamatan Grogol.

Diketahui, para pendekar yang berasal dari empat negara merupakan murid dari Cecep Arif Rahman. Yaitu, pimpinan pendekar Penglipur dari Garut dan Cecep Arif Rahman juga merupakan salah satu aktor laga di dunia perfilman Indonesia. “Suasananya sangat indah dan nyaman. Kedatangan saya kesini untuk melepas lelah dan penat dan untuk mengobati rasa penasaran saya,” terang Cecep.

Setelah sampai di Situ, kata Cecep, ternyata memang benar. Situ Rawa Arum mempunyai pemandangan yang indah dan luar biasa. “Mampu memanjakan dan meneduhkan mata ketika lelah dan ketika banyak pikiran.” imbuhnya.

Tokoh masyarakat yang mengelola Situ Rawa Arum Husein Saidan berharap, dengan datangnya mereka bisa berdampak positif. “Saya ucapkan terima kasih atas kunjungannya. Dengan kedatangan mereka, semoga bisa mengabarkan soal situ ini kepada khalayak yang lebih luas lagi,” harapnya. (Umam/RBG)