Penderita Kanker Payudara di Kabupaten Serang Ini Butuh Bantuan

0
855 views
SERANG – Kondisi Neneng Safitri (33) kini memprihatinkan.  Kanker payudara yang dialaminya telah parah hingga menghabiskan payudaranya. Berbagai macam metode pengobatan telah dilalui Safitri. Namun hingga kini,  penyakitnya tersebut tak kunjung sembuh,  justru cenderung semakin parah.
Kondisi ekonomi yang sangat pas-pasan pun ikut berperan semakin parahnya penyakit ibu dari dua anak tersebut.  Safitri pun hanya bisa mendapatkan perawatan di rumah kontrakan berukuran 3×5 meter dengan obat seadanya.
“Udah dibawa berobat kemana aja enggak berhasil. Berobat ke kyai, tabib, ke dokter harus butuh dana, enggak ada dananya, harus di operasi. BPJS sendiri enggak punya,” ujar Safitri saat ditemui awak media di kamar kontrakannya di Kampung Baru, RT 03 RW 01, Desa Kramatwatu, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Kamis (03/08).
Safitri bercerita,  suaminya, Hendra Setiawan (36) bekerja sebagai buruh lepas yang berpenghasilan sekitar Rp 1 juta perbulannya. Penghasilan tersebut tentu tidak cukup untuk memenuhi biaya pengobatan dan kebutuhan sehari-hari.
Untuk berobat saja,  butuh biaya perobatan sekitar Rp 400 ribu setiap kali menebus obat. Ditambah membayar kamar kontrakan senilai Rp 400 setiap bulannya.
“Keinginan pengen sembuh, tapi siapa yang ngebantu. Saya minta bijaksana dan hati nuraninya pemerintah terhadap kita yang enggak mampu,” ujarnya.
Kondisi kesehatan dan ekonomi pun memaksa kedua putranya, Ardiansyah Maulana (9) dan Arpan Herdiansyah (8) putus sekolah sejak satu tahun terakhir. Ardiansyah Maulana hanya menginjakkan kaki hingga kelas tiga SD. Sedangkan sang adik, Arpan Herdiansyah hanya bersekolah hingga kelas dua SD.
“Segala upaya udah enggak bisa gerak, nyuci, ngepel masak anak-anaj yang ngerjain. Makan juga disuapin kalau lagi parah mah,” terangnya.
Terkait penyakit yang dialaminya,  awalnya Safitri mengira penyakit tersebut akibat teluh. Sehingga berobat ke kyai dan orang pintar. Namun keduanya memvonis Safitri dengan penyakit medis dan menyarankan berobat ke dokter. “Terus beli obat warung aja sekarang, kalau nyut-nyutan (nyeri) minum obat warung,” ujarnya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)