Penderita Tuberkulosis di Cilegon Meningkat

Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon dr Arriadna (kedua kanan) berbincang dengan warga penderita TB di Lingkungan Kebanjiran, Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan, Kamis (5/4).

CILEGON – Penderita penyakit tuberkulosis (TB) di Kota Cilegon mengalami peningkatan. Pada 2016 tercatat sebanyak 1.054 orang, sedangkan pada 2017 mencapai 1.300 orang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon dr Arriadna mengklaim, walaupun ada peningkatan jumlah kasus, orang yang berhasil disembuhkan melebihi target yang telah ditetapkan secara nasional. “Targetnya kan 85 persen, kita sudah 90 persen yang sembuh,” ujar Arriadna usai launching Ciwandan Bebas TB, Kamis (5/4).

Menurutnya, seluruh kecamatan di Kota Cilegon mempunyai kerentanan yang sama untuk terserang penyakit TB. Soalnya, bakteri penyebab penyakit itu bisa ada di mana saja dan gampang menular. “Satu orang penderita TB bisa menularkan penyakit itu kepada sepuluh orang yang ada di sekitarnya. Oleh karena itu, masyarakat harus diedukasi tentang TB agar tidak menularkan ke orang lain,” katanya.

Untuk menekan penyakit itu, menurutnya, tidak bisa hanya mengandalkan petugas saja. Seluruh masyarakat harus mempunyai kepedulian terhadap pengendalian dan pemberantasan penyakit tersebut. “Kalau ada gejala batuk lebih dari dua minggu, langsung periksa ke klinik atau puskesmas. Semua petugas juga sudah tahu harus berbuat apa kalau didagnosis ada kuman TB di dalam dadanya. Dia harus mengikuti pengobatan selama enam bulan dan obatnya gratis,” papar Arriadna.

Untuk memastikan Kota Cilegon bebas dari penyakit TB, menurut Arriadna, membutuhkan proses panjang. Namun, upaya bersama harus tetap dilakuan. “Kami mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dengan memastikan lingkungan bersih dan beberapa aspek hidup sehat lainnya,” imbaunya.

Sementara itu, Plt Walikota Edi Ariadi menjelaskan, sesuai dengan arahan pemerintah pusat, penyakit menular harus disembuhkan. “Pemerintah sudah ada program Germas (gerakan masyarakat hidup sehat),” tuturnya.

Edi mengimbau pemerintah di kecamatan agar menggaet pihak swasta untuk bersama masyarakat mengatasi masalah itu. “Saya apresiasi Kecamatan Ciwandan karena telah berhasil. Kecamatan yang lain harus juga,” kata Edi.

Menurut Edi, pemerintah akan seoptimal mungkin menyikapi persoalan penyakit itu. Namun, perlu adanya peran aktif masyarakat agar setiap program yang telah disusun pemerintah bisa terealisasi.

Pantauan Radar Banten, setelah menggelar acara seremonial di kantor Kecamatan Ciwandan, Plt Walikota Cilegon bersama rombongan langsung bertolak ke Jalan Sunan Bonang, Lingkungan Kebanjiran, Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan. Di sana Edi bercengkerama bersama sejumlah masyarakat dan salah satu penderita TB yang saat ini dalam masa pengobatan. “Gratis kan obatnya? Rutin minumnya,” tutur Edi. (Bayu Mulyana/RBG)