Penderita Tumor di Tebet Dambakan Bantuan

PANDEGLANG – Emi (60), penderita tumor abdomen asal Kampung Tebet Rt/Rt 03/06, Desa Montor, Kecamatan Pagelaran sangat mendambakan bantuan. Emi hanya bisa duduk dan berbaring di atas tikar, tanpa ada perawatan kesehatan karena tidak memiliki biaya.

Uung, anak tunggalnya mengakui tak bisa membawa ibunya untuk operasi ke rumah sakit, karena tidak memiliki uang. “Jangankan buat operasi ibu, buat makan saja sulit,” kata Uung kepada Radar Banten, Rabu (18/9).

Uung mengaku, uang yang didapatkannya dari hasil kuli sebagai perajin emping melinjo hanya cukup untuk makan. “Saya hanya bisa pasrah, melihat penyakit yang diderita ibu. Apalagi ketika perut yang berukuran sebesar dua kali lipat orang hamil sembilan bulan ini sedang kambuh,” katanya.

Uung mengatakan, ibunya menderita tumor sudah tiga tahun. Pengobatan yang dilakukan, baru bisa dilakukan oleh petugas Puskesmas Pagelaran. “Namun kondisi penyakitnya semakin parah. Tetapi hanya ada harapan jika dilakukan operasi. Tetapi saya tak punya uang,” katanya.

Saat meninjau pasien, Kepala Puskesmas Pagelaran Raden Dadang Supriyatna mengatakan, kemampuan Puskesmas dalam menangani penyakit tumor abdomen sangat terbatas. Bahkan, kata dia, pihaknya pun sempat membawa Emi ke RSUD Berkah untuk dilakukan penanganan pada 2016 lalu.

“Pihak dokter menyarankan pasien untuk dirujuk ke rumah sakit spesialis, namun pihak keluarga enggan lantaran dengan alasan khawatir tidak ada biaya hidup keseharian saat menjalani operasi. Untuk biaya operasi sudah ada jaminan dari BPJS,” katanya.

Dadang berjanji, bakal menyiapkan petugas dan ambulans untuk mengantarkan pasien ke rumah sakit spesialis yang ada di Jakarta, jika pihak pasien bersedia.

“Memang kasihan, ibu penderita tumor ini hanya ditanggung hidupnya oleh seorang anak perempuan yang masih belia. Kondisinya sangat membutuhkan uluran semua tangan agar bisa menjalani operasi,” katanya.

Dihubungi melalui telepon seluler, Camat Pagelaran Marda mengaku belum mengetahui kondisi pasien penderita tumor di perut yang membuncit itu. Ia berjanji akan segera menuju ke lokasi untuk memastikan kondisi kesehatannya. “Saya belum tahu, besok (hari ini-red) saya jenguk,” katanya. (her/zis)