Pendiri HMI Ditetapkan Jadi Pahlawan Nasional, KAHMI Banten Gelar Syukuran

0
74

SERANG – Pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Prof Drs Lafran Pane dikukuhkan menjadi Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Wilayah Banten menggelar Tasyakuran dan Do’a bersama di Sekretariat KAHMI Banten, Jalan Raya Petir, Banjarsari, Cipocokjaya, Kota Serang, Kamis (10/11).

Ketua Pelaksana Acara Ade Jahran mengatakan, acara tasyakuran ini dilakukan bersamaan dengan pengukuhan ayahanda (Lafran Pane) pendiri HMI di Istana Negara. “Kegiatan ini bentuk rasa syukur untuk ayahanda Lafran Pane yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional,” ujarnya di sela-sela sambutan.

Ade memaparkan, pemberian pengharaan pahlawan nasional pada Lafran Pane dinilai tepat. Ade mengapresiasi langkah tersebut sehingga pihaknya membuat acara tersebut. “Syukur Alhamdulillah ayahanda kami diberikan gelar pahlawan,” katanya.

Koordinator KAHMI Banten Udin Saparudin mengatakan, pihaknya merasa bersyukur atas dianugerahkannya Lafran Pane sebagai pahlawan nasional, menurutnya gagasan beliau mendirikan HMI yang punya warna lain. “Dua hal kondisi saat itu, bangsa kita saat itu sedang hamil tua, semangat itulah yang menjadi dua semangat kebangsaan dan saat itu sedang terjadi sekularisasi pada mahasiswa,” terangnya.

“Semangat itu menjadi gandrung sehinngga tidak kenal lelah ayahanda dan kawan-kawan mendirikan HMI pada 5 Februari 1947,” tambahnya.

Menurutanya, saat ini ada jutaan mahasiswa yang tergabung dalam HMI. Kader HMI saat ini ada di seluruh penjuru tanah air. Kondisi ini tentu menjadi sebuah potensi bagi kemajuan bangsa dan negara. “Prof Lafran Pane menjadi inspirasi kita semua dan bagi negeri ini,” pungkasnya.

Diketahui, Presiden Joko Widodo menetapkan empat nama Pahlawan Nasional baru di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat hari ini. Perwakilan ahli waris dari keempat tokoh heroik itu menerima plakat Pahlawan Nasional dari Jokowi.

Keempat Pahlawan Nasional baru itu adalah Laksamana Malahayati dari Aceh, Zainuddin Abdul Madjid dari NTB, Mahmud Riayat Syah dari Kepri, dan pendiri HMI Lafran Pane dari Yogyakarta. Penetapan keempat tokoh ini sesuai dengan Kepres No 115/TK/Tahun 2017. Surat Keputusan ditandatangani Jokowi pada 6 November 2017. (Fauzan D)