Pendiri Provinsi Banten Irsjad Djuwaeli Tutup Usia

0
1.803 views
Salah satu tokoh pendiri Provinsi Banten Irsjad Djuwaeli meninggal dunia di RSUD Banten, Rabu (6/1). Almarhum dikenal sebagai tokoh Banten yang kiprahnya hingga ke panggung nasional.

Masyarakat Banten kehilangan salah satu tokoh pendiri Provinsi Banten dan Ketua Majelis Amanah Mathla’ul Anwar (MA) Irsyad Djuwaeli. Pria kelahiran Pandeglang 12 Juli 1949 ini meninggal dunia  di RSUD Banten, Rabu (6/12) pukul 14.15 WIB.

Tokoh Banten yang tinggal di Pasir Malang, Desa Kaduagung Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, memiliki kontribusi besar terhadap masyarakat. Beliau telah aktif di organisasi sejak masih pelajar.

Pada 1965 -1975 suami dari Tuti Sri Murniati ini telah dipercaya menjadi Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pelajar MA. Tidak hanya itu, beliau juga pernah menjadi Ketua DPP Generasi Islam (1968), Sekjen PB MA 1975-1991 dan Ketua Umum PB MA.

Di politik, karirnya cukup moncer. Berkat kepiawaiannya di politik, Irsjad menjadi anggota DPR RI dan memiliki pergaulan luas di tingkat nasional. Untuk itu, pada medio tahun 1990-an, almarhum aktif mendorong terbentuknya Provinsi Banten.

Adi Abdillah Marta, kader muda MA mengungkap, sekira pukul 15.00 WIB dirinya mendapat kabar duka di group media sosial MA. Dia kemudian mengonfirmasi mengenai informasi tersebut ke RSUD Banten dan anak kedua almarhum, yakni Andi Yudi Hendriawan.

Pihak RSUD Banten dan anak almarhum membenarkan bahwa tokoh pendiri Banten tersebut telah meninggal dunia.

“Saya langsung hubungi anak almarhum Kang Andi (Andi Yudi Hendriawan-red). Yang bersangkutan ternyata sedang berada di Aceh,” kata Adi Abdillah Marta kepada Radar Banten, kemarin.

Namun, anak almarhum menyampaikan beberapa pesan kepada dirinya. Pertama, keluarga besar berduka cita atas meninggalnya tokoh Banten ini. Selanjutnya, jika ada kesalahan atau kekhilapan dari almarmum mohon untuk dimaafkan. Terakhir, apabila ada urusan utang piutang maka sampaikan dan musyawarahkan dengan keluarga.

“Iya, saya diberikan amanat untuk menyampaikan pesan tersebut. Untuk itu, informasi meninggalnya almarhum saya share di media sosial,” ungkapnya.

Sebagai kader MA dan anak ideologis Irsjad, Adi Abdillah Marta dan kader MA tentu kehilangan sosok almarhum. Beliau merupakan Ketua Umum PB MA terlama dan banyak memberikan kontribusi terhadap MA, Banten, dan umat Islam di Indonesia.

“Doa kami semua, semoga almarhum ditempatkan di sisi Allah SWT. Perjuangan Beliau akan kami lanjutkan untuk umat dan bangsa ini,” tegasnya.

Ketua Fakultas Hukum Universitas Matlaul Anwar Banten Ade Sunandar menyatakan, ikut berduka cita atas wafatnya Irsjad yang juga Ketua Majelis Amanah MA. Pada 3 Januari 2021, Ade mengaku bertemu dengan almarhum di rumah duka.

Saat itu, kondisi almarhum tampak lemes. Namun, dirinya tidak merasakan ada tanda-tanda akan kehilangan sosok guru dan pemimpin tersebut.

“Saya ngobrol biasa saja. Ada beberapa nasehat yang disampaikan almarhum kepada saya. Yang saya ingat, Beliau ingin mahasiswa Unma memberikan kontribusi terhadap umat, bangsa, dan negara,” tegasnya.

Sementara itu, petugas keamanan di rumah almarhum, Nono menginformasikan, Irsjad memiliki banyak kegiatan. Beberapa hari lalu, baru pulang dari Bandung. Setelah itu, kondisi almarhum menurun. Untuk itu, informasi dari keluarga almarhum diswab dan hasilnya terkonfirmasi positif Covid-19.

“Pagi tadi (kemarin-red) kondisinya biasa-biasa saja. Bahkan, Beliau sempat foto-foto sambil berjemur di pelataran rumah. Sekira pukul 10.00 WIB, karena kondisinya menurun, beliau dibawa ke RSUD Banten,” jelasnya.

Namun, Nono mendapatkan kabar duka bahwa Irsjad meninggal dunia. Dia dan beberapa kerabat kemudian menunggu di rumah duka. Sekira pukul 17.30 WIB, ambulans dari RSU Banten tiba di rumah duka. Sesuai protokol kesehatan, peti jenazah tidak diturunkan dan salat jenazah yang diikuti kurang lebih 50 orang warga dan kerabat dilaksanakan di depan rumah.

“Setelah disalatkan, jenazah langsung dibawa ke Cihingkik di daerah Cikulur untuk dikebumikan. Jadi, di sini hanya beberapa menit saja, karena petugas pun memakai APD lengkap, termasuk pihak keluarga,” terangnya.(tur)