Peneliti : Sering Konsumsi Daging Olahan Berisiko Gagal Jantung

0
303 views

PRIA yang makan dua sosis sehari dua kali berisiko meninggal akibat gagal jantung dibandingkan mereka yang jarang makan daging olahan. Para peneliti menduga, garam dan bahan kimia lainnya yang ditambahkan selama proses pembuatan daging olahan menyebabkan tekanan darah tinggi yang menyebabkan gagal jantung.

Penelitian ini dilakukan dengan mengamati 37.035 pria di Inggris. Belum ada bukti lainnya dari risiko yang ditimbulkan oleh daging olahan selain gagal jantung.

Gagal jantung terjadi ketika organ terlalu lemah untuk benar fungsi mengakibatkan sesak nafas, nyeri atau kematian mendadak. Sementara bagi wanita, daging olahan juga meningkatkan risiko kanker payudara.

Peneliti Swedia juga menyampaikan, mereka yang mengonsumsi lebih dari 75 gram daging olahan per hari lebih berisiko gagal jantung hingga menyebabkan kematian dibanding mereka yang mengonsumsi tidak sebanyak itu. Jumlah ini setara dengan dua sosis, empat irisan ham, empat rashers atau daging atau burger kecil.

Profesor Alicja Wolk dari Institute of Environmental Medicine di Institut Karolinska di Stockholm, Swedia mengatakan, konsumsi tinggi daging olahan, tapi tidak daging merah yang belum diproses, dapat meningkatkan risiko gagal jantung.

“Daging merah olahan biasanya mengandung sodium, nitrat, fosfat dan aditif makanan lainnya. Merokok dan maupun daging panggang juga mengandung hidrokarbon aromatik polisiklik, yang semuanya dapat menyebabkan risiko gagal jantung meningkat,” ujarnya seperti dilansir Daily Mail, Jumat (13/6).

Meskipun tidak menemukan hubungan antara gagal jantung dan daging merah yang tidak diolah, para peneliti mendesak masyarakat untuk membatasi diri untuk satu atau dua porsi dalam seminggu.

Joanna Kaluza, asisten profesor di Departemen Nutrisi Manusia di Universitas Warsawa of Life Sciences di Polandia yang juga melakukan penelitian mengemukakan, untuk mengurangi risiko gagal jantung dan penyakit kardiovaskular lainnya, ia menyarankan Anda menghindari daging merah olahan, dan membatasi jumlah daging merah yang belum diproses untuk satu atau dua porsi per minggu atau kurang dari jumlah tersebut.

“Sebaliknya, makan makanan yang kaya buah-buahan, sayuran, produk gandum, kacang-kacangan dan ikan,” pesan Kaluza.(ris/jpnn)***