Penemuan Tas Dikira Bom, Warga Gerem Geger

Unit Jibom Den Gegana Sat Brimobda Polda Banten mengamankan tas yang diduga bom, kemarin.

CILEGON – Warga Gerem, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, pada Rabu malam (18/7) sekira pukul 22.30 WIB digegerkan dengan penemuan sebuah tas yang disangka bom di area pom bensin Gerem.

Informasi yang dihimpun, di area pom bensin ditemukan sebuah tas yang tidak diketahui milik siapa. Persisnya tas tersebut tergeletak di depan warung pecel lele milik Ahmadi. Lantaran warga resah, akhirnya warga melaporkan ke petugas kepolisian Polsek Pulomerak.

Kemudian, petugas Polsek Pulomerak yang piket menghubungi Kapolsek Pulomerak Kompol Arief Kurniawan dan menyarankan segera diambil tindakan lantaran masyarakat sudah resah. Akhirnya Kapolsek Pulomerak menghubungi piket siaga Unit Jibom Den Gegana Sat Brimobda Polda Banten agar bisa datang ke tempat kejadian perkara (TKP).

Setelah Tim Gegana turun tangan dan mengambil tindakan, ternyata tidak ada unsur bahan peledak yang sebelumnya dikhawatirkan masyarakat. Ketika tas tersebut dibawa ke Mapolsek Pulomerak, setelah dibuka ternyata isinya pakaian dan kartu identitas (KTP) atas nama Ismandi, kelahiran Trenggalek tahun 1963. Ismandi tinggal di Dusun Krajen, Kelurahan Watuagung, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Pulomerak Kompol Arief Kurniawan menyatakan, tidak ada teror bom. Yang ada hanya ditemukan tas yang diduga tertinggal atau terjatuh di TKP. “Melihat tas tersebut, warga langsung melapor kepada kami,” terangnya kepada Radar Banten, Kamis (19/7).

Kapolsek menuturkan, laporan masyarakat langsung diproses untuk diambil tindakan. Setelah diambil tindakan, tidak ada unsur bahan peledak di dalam tas tersebut. “Cuma pakaian dan kartu identitas punya pemiliknya,” tutur Kapolsek.

Sementara Paur Humas Polres Cilegon Ipda Sigit Darmawan ketika dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui terkait insiden tas yang diduga bom tersebut. “Soal itu saya belum tahu tuh. Mungkin yang langsung mengambil tindakan polsek setempat atau tim gegana,” tandasnya. (Umam/RBG)