Penerima Vaksin Harus Lolos Screening

0
1.543 views

SERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten menargetkan jumlah tenaga kesehatan (nakes) yang akan menerima vaksin Covid-19 se-Banten sebanyak 41.740 orang. Jumlah itu merupakan hasil validasi data yang diusulkan Dinkes kabupaten kota dan provinsi ke Kemenkes.  Namun begitu, tenaga kesehatan calon penerima vaksin Covid-19 harus memenuhi sejumlah persyaratan, lantaran tidak semua tenaga kesehatan bisa diberikan vaksin.

Menurut Kepala Dinkes Banten Ati Pramudji Hastuti, tenaga kesehatan yang diprioritaskan mendapat suntik vaksin covid merupakan tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan menangani Covid di semua fasilitas kesehatan se-Banten, baik itu rumah sakit, puskesmas maupun fasilitas kesehatan lainnya.

“Bagi tenaga kesehatan yang memiliki penyakit penyerta dan pernah positif covid tapi sembuh, tidak akan menerima vaksin covid-19,” kata Ati, Selasa (5/1).

Ia melanjutkan, berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), jumlah vaksin untuk tenaga kesehatan di Banten sebanyak 83.480 vaksin untuk 41.740 orang. Namun distribusi vaksin khusus untuk tenaga kesehatan dikirim bertahap.

“Tahap I didistribusikan 14.560 vaksin, dan tahap kedua 68.920 vaksin. Semuanya dikirim ke Banten pada Januari 2020,” ungkapnya.

Secara teknis, program vaksinasi untuk tenaga kesehatan di Banten akan dilakukan di semua rumah sakit dan puskesmas yang direncanakan serentak pada 14 Januari mendatang. “Penerima vaksin sinovac adalah mereka yang memenuhi persyaratan, nantinya akan dipanggil melalui SMS Gateway dari pemerintah pusat. Semua data dari pemerintah pusat,” kata Ati.

Masih dikatakan Ati, dari 41.740 tenaga kesehatan di Banten sebagai calon penerima vaksin, ada empat ribu tenaga kesehatan yang tidak memenuhi persyaratan lantaran mengidap komorbid atau penyakit penyerta seperti hipertensi, jantung, gagal ginjal dan lainnya.

“Semua tenaga kesehatan calon penerima vaksin telah mengisi data kesehatan, hasilnya empat ribu tenaga kesehatan menderita komorbid sehingga tidak masuk kedalam syarat untuk dilakukan vaksin,” bebernya.

Di Kota Cilegon, Pemkot mengajukan vaksin sebanyak 251.426 orang. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Kota Cilegon Dana Sujaksani menjelaskan, tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), polisi, TNI, serta pada intansi lain akan lebih awal yang divaksin.

“Tenaga kesehatan sebanyak 1.342 orang, petugas pelayanan publik seperti TNI, polisi, Dishub, Satpol PP, dan yang berkaitan langsung dengan pandemi sebanyak 15.482 orang akan divaksin dari Januari hingga April,” papar Dana.

Setelah memvaksin nakes dan petugas pelayanan publik, vaksinasi akan dilakukan kepada masyarakat yang rentan seperti para pelaku ekonomi. Untuk kategori ini, vaksin yang disiapkan 207.582, proses penyuntikkan dilakukan dari April 2021 hingga Maret 2022. Pada periode yang sama juga, pemerintah akan memvaksin  kategori masyarakat lain 27.020 orang.

Sementara  Pemkot Tangerang mengajukan 2,4 juta vaksin. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Lisa Puspitadewi mengatakan, masih menunggu info lanjutan agar bisa segera melakukan penyuntikkan vaksin bagi warga Kota Tangerang.

“Sejauh ini kita sudah mengajukan kebutuhan vaksin di Kota Tangerang, tinggal menunggu info selanjutnya dari KPC PEN. Karena, pengajuan ini akan dikaji lagi. Semoga tidak berkurang,”ujarnya saat dihubungi Tangerang Ekspres (grup Radar Banten), Selasa (5/1).

Lisa menambahkan, untuk tenaga kesehatan di Kota Tangerang akan mendapatkan jatah 12.148 vaksin.

“Untuk tenaga kesehatan berlaku bagi semua tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19,”paparnya.

Lisa menuturkan, untuk kuota di Kota Tangerang ada 1.170.000 orang yang akan menerima vaksin, data tersebut termasuk masyarakat yang saat ini terpapar virus corona dan melakukan isolasi.

Sementara  Pemkot Tangsel akan memberikan vaksin kepada 12.711 orang. Vaksin akan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan 9.764 orang, TNI 1.208 orang, Polri 1.423 orang, Satpol PP 316 orang.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Deden Deni mengatakan, vaksinasi akan dilakukan bertahap dimulai 14 Januari sampai Maret 2022. “Kita akan memberikan vaksin bertahap kepada 12.711 orang,” ujarnya.  (den-bam-ran-bud)