Penerimaan Pajak Tahun 2017 Telah Capai Rp 745 M

0
943 views

SERANG – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten mencatat terjadinya tren positif realisasi penerimaan pajak pada periode Januari-Februari 2017. Berdasarkan data, realisasi pajak daerah Banten per 28 Februari mencapai Rp 745,046 miliar atau 13,69 persen dari target 2017 sebesar Rp 5,444 triliun.

“Itu per tanggal 28 Februari, dan sampai saat ini angka terus bergerak, per hari ini sudah mencapai Rp 800 miliaran,” kata Kepala Bapenda Provinsi Banten, Opar Sohari, didampingi Sekretaris Bapenda Epi Rustam, di ruang kerjanya, Jumat (3/3).

Penerimaan pajak terbesar berasal dari sektor pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar Rp 306,721 miliar atau 15,66 persen dari target Rp 1,956 triliun. Selanjutnya dari pajak kendaraan bermotor (PKB) sebesar Rp 306,206 miliar atau 14,86 persen dari target Rp 2,060 triliun.

Kemudian, pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sebesar Rp 126,643 miliar atau 15,47 persen dari target Rp 818,640 miliar, dan Air Permukaan (AP) sebesar Rp 5,474 miliar dari target Rp 30,943 miliar.

“Kemudian ada target pajak rokok itu ditarget tahun ini Rp 574 miliar, tetapi penerimaan belum masuk karena given per triwulan mulai Maret,” tutur Opar.

Menurutnya, Bapenda terus berupaya menggenjot pendapatan daerah, salah satunya dengan memanfaatkan layanan elektronik samsat atau e-Samsat yang akan dilauching pada 15 Maret mendatang.

“Kami juga sudah kumpulkan 8 SKPD penghasil terkait potensi retribusi daerah dan pengelolaan kekayaan daerah,” kata Opar.

Kabid Pendapatan Pajak Daerah, Abadi Wuryanto mengatakan, dalam satu hari rata-rata penerimaan pajak Provinsi Banten melalui pelayanan 37 gerai samsat sebesar Rp 15 sampai Rp 18 miliar.

“Kita ini pelayanan sehari biasanya Rp 18 miliar, ya minimal 15 miliar. Ujung tombak di kita ini UPT Samsat. Makanya kami memberikan kebebasan mereka berinovasi dalam upaya meningkatkan pajak daerah,” ujarnya. (Bayu)