CILEGON – Penerimaan pajak di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Samsat Kota Cilegon per 31 Juli 2017 mengalami pertumbuhan 8,30 persen dari tahun 2016 lalu.

Realisasi pajak tahun anggaran 2017 sejumlah Rp106.698.133.400. Dibandingkan realisasi pajak daerah tahun anggaran 2016 Rp98.525.404.100 berarti mengalami peningkatan yang cukup signifikan sebesar Rp8.172.729.300.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Samsat Kota Cilegon Raden Berly Rizki Natakusuma mengatakan rincian pertumbuhan penerimaan pajak terdiri dari realisasi pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB).

“Realisasi PKB tahun 2017 Rp. 55.890.065.400. Tahun 2016 lalu Rp.51.101.355.100. Mengalami peningkatan Rp. 4.788.710.300 atau tumbuh 9,73 persen,” ujarnya saat ditemui dikegiatan Undian Gebyar Samsat Cilegon, Jumat (4/8).

Sementara untuk realisasi Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Rp50.808.068.000. Dibandingkan realisasi tahun 2016 lalu Rp47.424.049.000 berarti meningkat sebanyak Rp3.384.019.000 atau terdapat pertumbuhan 7,14 persen.

Meningkatnya minat masyarakat Kota Cilegon dalam membayar pajak kendaraan bermotor dan melaksanakan mutasi kendaraan ke wilayah Kota Cilegon itu juga seiring dengan terbitnya Peraturan Gubernur Banten Nomor 33 tahun 2017 tentang penghapusan BBNKB, mutasi masuk dari dan luar daerah serta penghapusan sanksi administrasi keterlambatan pembayaran PKB yang berlaku sejak 15 sampai 31 Agustus.

“Upaya-upaya yang kita lakukan untuk menggali potensi sampai saat ini di antaranya dengan melakukan penyuluhan pajak, razia kendaraan bermotor, kegiatan samling (samsat keliling) rutin, dan melaksanakan dua shift di pelayanan gerai Cibeber dan Ramanuju. Serta penagihan door to door dan juga Undian Gebyar Samsat,” ungkapnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)