Pengalaman Mengesankan Pertama Gunakan JKN-KIS

0
1.353 views

CILEGON – Meski baru genap satu tahun menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikeluarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Muhammad Tohir (50) warga Gerem, Kota Cilegon, yang sudah menjalani rawat inap sejak tanggal 5 Juni 2017 lalu, mengaku sudah lama mengidap dispepsia sejak beberapa bulan terkahir.

“Awalnya rasanya mual muntah seperti sakit maag. Namun karena saya belum ada dana untuk berobatnya, ya jadinya sebelumnya masih mengkonsumsi obat warung saja, dan setelah saya kambuh beberapa hari lalu, saya berinisiatif memeriksakan kondisi sakit yang saya idap ke dokter,” katanya, saat ditemui di RS Kurnia Cilegon, Kamis (8/6).

Dikarenakan sering kambuh, pria yang sehari-hari menjadi tenaga honorer di Kelurahan Gerem, Kota Cilegon, ini berinisiatif untuk mendaftarkan dirinya sebagai peserta JKN-KIS di BPJS Kesehatan Kantor Pelayanan Kota Cilegon.

“Saya menjadi peserta JKN-KIS BPJS Kesehatan kelas III mandiri karena saya belum dapat tunjangan dari pekerjaan saya. Ya alhamdulillah tidak ada kendala dari awal pendaftaran hingga saya dirawat sejak 5 Juni lalu tidak ada pungutan/iuran, dan petugas Rumah Sakit semua baik, tidak ada perbedaan,” ujarnya.

Lain halnya dengan Muhammad Tohir, Remita Lidyana Sari di usianya yang masih muda (34), telah melahirkan anak keduanya secara sesar pada Selasa (6/6), mengungkapkan dengan adanya JKN-KIS yang diluncurkan oleh BPJS Kesehatan, dirasanya cukup membantu karena tidak ada iuran apapun dari Rumah Sakit ia menginap.

“Kalau operasi sesar biasanya kan bayar mahal, nah alhamdulillah dengan keikutsertaannya saya menjadi peserta JKN-KIS, dari BPJS semua biaya gratis,” katanya.

Namun, ia mengharapkan agar BPJS semakin mempermudah masyarakat untuk berpindah faskes. “Kalau buat saya sih, mungkin saat orang itu berpindah tempat seperti saya yang berdomisili di Anyar dan mau berpindah tempat susah menentukan faskes karena untuk di perusahaan saya agak sulit menentukan faskesnya,” ungkapnya. (ADVERTORIAL/BPJS KESEHATAN)