Pengalihan Arus di Trondol Diuji Coba

FOTO: Dishub

SERANG – Pengalihan arus lalu lintas di kawasan Trondol, Kecamatan Serang, mulai diuji coba. Masyarakat yang berasal dari daerah perumahan Taman Banten Lestari dan Banten Indah Permai serta sekitarnya tidak lagi lurus langsung ke Terowongan Trondol, mulai kemarin, melalui jalan perumahan Taman Mutiara Indah (TMI) menuju Jalan Warungjaud-Trondol (Pasar Kerbau). Kemudian belok kanan ke arah terowongan.

Sementara masyarakat atau pengendara dari arah terowongan dapat langsung belok kiri ke arah perumahan TBL.

Untuk sementara, jalur aternatif tersebut telah di-hotmix Pemkot Serang sehingga dapat dilalui masyarakat tanpa menimbulkan debu. Tahun depan, rencananya jalur itu akan ditingkatkan.

Kepala Bidang Pengendalian Operasi Rekayasa Lalu Lintas Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Kota Serang Herunajaya mengatakan, berdasarkan uji coba yang dilakukan kemarin siang sampai petang, Terowongan Trondol tidak lagi macet. “Alhamdulillah bisa mengurai kemacetan,” ujarnya usai uji coba, Kamis (27/12).

Ia mengaku, selama beberapa hari pihaknya melakukan sosialisasi kepada masyarakat bersama camat, lurah, perangkat RW RT, serta aparat kepolisian. Saat uji coba itu, masyarakat TMI sempat merasa keberatan lantaran pengguna jalan yang melalui rumah mereka berkecepatan tinggi. Padahal, jalur itu kerap dilalui anak-anak. Untuk itu, masyarakat TMI meminta pengendara yang melalui perumahan mereka untuk pelan-pelan dan berhati-hati.

Untuk itu, Heru mengaku, akan memasang rambu batas kecepatan maksimal di jalur TMI. Saat ini, rambu larangan dari arah perumahan TBL ke terowongan masih portable. Awal tahun depan, rambu akan dipermanenkan usai sosialisasi selesai.

Usai uji coba, pihaknya juga akan melakukan evaluasi. “Apakah perlu ada batasan waktu, misalnya yang dilarang lurus hanya di jam-jam sibuk atau setiap waktu. Kami akan evaluasi,” terangnya.

Kata dia, saat uji coba kemarin, masih ada masyarakat yang melanggar dengan tidak mengikuti pengalihan arus. Untuk itu, selama sosialisasi, Dishub akan menurunkan petugas di persimpangan TMI. Selain di situ, pos jaga Aje Kendor yang berada di dekat terowongan juga tetap diisi petugas.

Walikota Serang Syafrudin mengatakan, penguraian kemacetan di Terowongan Trondol menjadi salah satu prioritasnya di program 100 hari kerja. Kegiatan itu menjadi penting karena selama sepuluh tahun lebih, permasalahan kemacetan di daerah tersebut tak kunjung terselesaikan.

Kepala Dishub Kota Serang Akhmad Mujimi menjelaskan, uji coba jalan TMI dilakukan hingga malam hari. Pengalihan arus lalu lintas dari terowongan Trondol ke TMI diharapkan dapat memperlancar arus lalu lintas yang ada. “Apalagi ketika malam Tahun Baru yang diprediksi akan sangat padat. Dengan adanya pengalihan arus ini, kami meyakini, lalu lintas di Terowongan Trondol akan lebih lancar dibandingkan bila harus ada pemotongan jalur dari arah TBL atau BIP,” ujarnya.

Untuk memperlancar arus lalu lintas di daerah tersebut, ia menuturkan, Dishub akan membuat posko dan menempatkan sejumlah anggota, baik di depan gerbang TMI maupun di pertigaan dekat Pasar Kerbau, sehingga diharapkan bisa memperlancar arus lalu lintas di sana. “Kami tidak ingin adanya pengalihan arus lalu lintas malah membuat kemacetan baru di pertigaan dekat Pasar Kerbau,” terang Mujimi.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Serang Hidayat mengatakan, jalan di TMI sudah diperbaiki sekira dua hari yang lalu. Saat ini, kondisi jalan sudah 100 persen siap digunakan dan sudah dalam keadaan mulus. Pihaknya optimistis pengerjaan jalan tersebut akan memperlancar lalu lintas sehingga diharapkan arah arus lalu lintas menuju Terowongan Trondol akan lebih lancar dengan pengalihan arus lalu lintas. (Rostinah/RBG)