Pengambilan Bukti Tilang Dibatasi

0
577 views
Seorang warga berdiri di depan loket tiket Kejari Serang, Selasa (31/3). Kejari Serang melakukan pembatasan pengambilan tilang menyusul membeludaknya warga yang datang.

SERANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang mengeluarkan kebijakan untuk membatasi pelayanan pengambilan barang bukti tilang. Ini untuk mencegah membeludaknya warga yang mengantre di loket tilang.

“Sekarang kita batasi karena yang datang ke sini (Kejari Serang-red) banyak. Hal tersebut kita lakukan (pembatasan-red), karena sudah ada larangan pemerintah untuk berkumpul atau berkerumun,” kata Kasi Pidum Kejari Serang Yogi Wahyu Buana, Selasa (31/3).

Pembatasan dilakukan sejak Senin (30/3). Setiap hari, pelayanan pengambilan barang bukti tilang hanya diberikan kepada 100 orang. Warga yang datang terlebih dahulu akan diprioritaskan. “Hari ini sudah selesai. Sekira jam 11 siang tadi sudah 100 orang yang kita layani (pengambilan tilang-red),” ujar Yogi didampingi Kasubsi Eksekusi dan Ekseminasi Pidum Kejari Serang Eko Setiawan.

Yogi mengatakan sebelum ada pembatasan, setiap hari jumlah warga yang mengambil barang bukti tilang berkisar antara 150 orang hingga 200 orang. “Untuk minggu ini seribu lebih. Itu tilang yang  dari Polres dan Polda Banten. Kalau tidak dibatasi bisa sampai sore mereka nunggu disini (Kejari Serang-red),” ucap Yogi.

Untuk memudahkan pembayaran denda tilang, Kejari Serang mendatangkan mobil teras BRI. Warga tinggal melakukan pembayaran langsung. “Sudah kita hadirkan pihak bank disini. Tinggal bayar saja dendanya berapa,” ucap Yogi.             

Terkait pencegahan penularan wabah virus corona atau covid-19, Kejari Serang telah melarang warga yang sakit untuk mengambil barang bukti tilang. Suhu tubuh warga yang akan memasuki area Kejari Serang juga diperiksa. “Kita juga sediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer,” kata Yogi.

Yogi berharap warga semakin sadar tertib berlalu lintas sehingga pengambilan barang bukti tilang di Kejari Serang berkurang. “Kalau melanggar terus, ya begini terus, banyak yang ditilang,” tutur Yogi. (mg05/nda/ags)