SERANG – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi saat safari Ramadan di Mapolda Banten, Selasa (14/6), membahas mengenai produktivitas pegawai negeri sipil, termasuk di Provinsi Banten.

Menurutnya, negara sudah mengeluarkan anggaran 33,8% dari APBN untuk belanja para pegawai. Anggaran tersebut baru dipakai untuk belanja pegawai murni, belum termasuk belanja nonpegawai seperti belanja barang dan lainnya.

“Jelas hal itu sangat disayangkan jika setiap hari-harinya pegawai itu tidak ada di tempat atau sekadar absen, tidak jelas ke mana, atau dia ada tapi tidak jelas apa yang dikerjakannya. Maka dari itu produktivitas ini perlu ada pengawasan,” jelasnya.

Untuk sementara ini, lanjut dia, pengawasan produktivitas pegawai masih lemah karena masih banyak instansi-instansi pemerintah yang masih menggunakan absen manual. “Takutnya mereka bisa merekap absen selama satu minggu, lebih parah lagi mereka bisa rekap absen selama satu bulan,” ujarnya. Saat ini sudah terdapat sistem digital yakni sistem elektronik, namun sistem tersebut belum terintegrasi dengan BKD.

Menurutnya, pemerintah tidak menginginkan anggaran besar tapi produktivitas pegawai tetap rendah. Sementara masyarakat menginginkan pelayanan publik yang baik.

“Dengan safari Ramadan, bisa melihat pegawai secara random. Berapa persen absensinya dan bagaimana struktur pemerintahan dari yang terkecil sampai yang terbesar. Berapa PNS-nya. Saat ini sedang lakukan evaluasi terkait kebijakan pengawasan tersebut,” ungkapnya. (Wirda)