Pengedar Narkoba di Kota Tangerang Tewas Nyemplung Sungai

Kasatnarkoba Polres Metro Tangerang AKBP Farlin Lumban dan Kapolsek Benda Kompol Muhamad Amar menunjukan barang bukti terkait penangkapan dua tersangka narkoba di Polrestro Tangerang Kota, Rabu (31/1).

TANGERANG – Jajaran Polres Metro Tangerang Kota mengamankan dua pengedar narkoba, Selasa (30/1). Satu pengedar lain, yang sempat terlibat aksi kejar-kejaran yang sengit tewas, lantaran melarikan diri ke sungai. Ia tewas kecemplung sungai Porisgaga, Kecamatan Batuceper.

Bandar tersebut menghindar dengan cara menceburkan dirinya ke sungai sekitar Porisgaga, Kecamatan Batuceper. Ia tewas karena kepalanya terbentur benda tumpul di sungai tersebut.

Kasatnarkoba Polres Metro Tangerang AKBP Farlin Lumban mengatakan, pihaknya juga sudah mengamankan dua bandar lainnya. Dua tersangka yang berhasil diamankan itu adalah KA (37) dan GS (36). Dari ketiga pelaku, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa 157 butir ekstasi dan tujuh gram sabu siap edar.

”Yang meninggal itu inisialnya SL. Ia tewas karena terbentur benda tumpul. Saat dalam perjalanan ke rumah sakit kepalanya sudah berlumuran darah. Saat dilakukan pengobatan di RSUD Kabupaten Tangerang, dokter menyatakan nyawanya tidak tertolong lagi,” terang Farlin dalam rilisnya di Polres Metro Tangerang Kota.

Farlin memaparkan, dari tersangka KA mereka mengamankan empat gram sabu. Sedangkan dari GS pihak kepolisian berhasil mengamankan sembilan sabu dan tujuh butir ekstasi. ”Mereka mengedarkan barang haram ini ke tempat-tempat hiburan malam atau ada juga yang ke pribadi. Tergantung pemesanan,” katanya.

Dia menjelaskan, ratusan pil ekstasi tersebut didapatkan dari seorang bandar di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Sementara, daerah penyebarannya di wilayah Tangerang dan sekitarnya.

Lanjut Farlin, bandar tersebut saat ini sedang dalam proses pengajaran. Kini kedua pelaku yang digiring ke Mapolres Metro Tangerang Kota itu harus mendekam di balik jeruji besi. Mereka dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 113 Ayat 2 juncto Pasal 132 huruf A UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Para tersangka dikenakan hukuman maksimal 20 tahun penjara. (mg-17/dai/sub/RBG)