Pengelola Pantai Ngaku Rugi Miliaran Rupiah

0
532 views
Petugas Pantai Pasir Putih Sirih Landai Tanpa Karang Cinangka meminta wisatawan mengenakan masker dan menyemprotkan disinfektan ke kendaraan wisatawan yang hendak masuk area pantai, Senin (25/5).

ANYAR – Sejumlah pengelola wisata pantai di kawasan objek wisata Anyar-Cinangka mengaku mengalami kerugian besar akibat kunjungan wisatawan menurun drastis selama periode 2019 hingga April 2020. Bahkan, kerugian diklaim mencapai miliaran rupiah.

Pemilik Pantai Pasir Putih Sirih Landai Tanpa Karang Cinangka, Rochani mengaku, usahanya mengalami kerugian besar akibat merebaknya isu bencana yang terus menerjang kawasan wisata Anyar-Cinangka, mulai dari tsunami Selat Sunda, gempa Lebak, hingga virus corona atau Covid-19. Bahkan Rochani mengklaim, usahanya di bidang wisata pantai mengalami kerugian hingga Rp5 miliar. “Beberapa karyawan juga kita rumahkan. Sekarang tinggal 100 karyawan,” keluh Rochani kepada Radar Banten saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, kemarin.

Diungkapkan Rochani, pendapatan yang didapatnya jika kondisi wisata normal biasanya mencapai Rp150 juta per hari, terutama saat liburan Hari Raya Idul Fitri. Diakui Rochani, selama masa pandemi ini kondisi wisata diklaimnya semakin parah, pendapatannya menurun drastis karena sepinya pengunjung. “Kalau hari ini (kemarin-red) paling hanya Rp5 juta,” akunya.

Senada disampaikan Petugas Pantai Pasir Putih Sirih Landai Tanpa Karang Cinangka, Asep Saepi. Katanya, pendapatan dari wisata pantai yang dikelolanya menurun drastis sejak 2019. Kondisi diperparah dengan adanya pandemi Covid-19. Namun, diakui Asep, kemarin siang libur Idul Fitri pengunjung sedikit mengalami perubahan. “Ada sekitar 300 pengunjung di pantainya. Kebanyakan wisatawan lokal, seperti Kota Cilegon dan Kota Serang,” ujarnya. (jek/zai)