RANGKASBITUNG – Kecelakaan laut yang menewaskan tiga orang wisatawan di Pantai Pasir Putih, Desa Ciparahu, Kecamatan Cihara, menjadi perhatian Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lebak. Dispar meminta pengelola objek wisata pantai di Lebak agar menjamin keselamatan wisatawan yang datang berlibur.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kabupaten Lebak Imam Rismahayadin mengaku prihatin atas musibah yang menimpa rombongan Kampung Sanggar Seni Yuda Asri dari Kampung Yuda, Desa Mander, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang, pada Minggu (8/7) lalu. Kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi Dispar dalam pengelolaan objek wisata di daerah. Dengan harapan, kejadian serupa tidak terulang lagi di masa yang akan datang. “Pantai Pasir Putih di Desa Ciparahu, Kecamatan Cihara, belum ada pengelolanya. Kita minta wisatawan yang datang ke Lebak agar lebih hati-hati dan mengindahkan imbauan dari masyarakat di sekitar pantai,” kata Imam Rismahayadin kepada Radar Banten, kemarin.

Ke depan, Imam ingin, pengelola objek wisata alam di Lebak khususnya pengelola wisata pantai menjamin keamanan para wisatawan yang berkunjung. Misalnya, dengan menyertakan wisatawan dalam program asuransi dan menjamin keselamatannya selama menikmati liburan di tempat wisata tersebut.

Selain itu, pengelola wisata diharapkan menyiagakan anggota Badan Penyelamat Wisata Air (Balawista) yang tersertifikasi. Kebetulan di Lebak telah terbentuk pengurus Balawista, yang biasa melatih anggotanya agar profesional dan andal dalam menolong wisatawan. “Kecelakaan di lokasi wisata harus diminimalkan. Jika tidak, wisatawan dari luar daerah akan takut ketika berkunjung ke Lebak,” ungkapnya.

Tahun ini Pemkab Lebak menargetkan kunjungan 750 ribu orang wisatawan. Target tersebut telah tercapai 53 persen pada Juni 2018 lalu. Untuk itu, dia optimistis target kunjungan wisatawan pada tahun ini akan terlampaui. Apalagi, Lebak akan menggelar berbagai agenda wisata pada semester II 2018.

“Dispar terus melakukan pembinaan dan pengarahan kepada pengelola tempat wisata di Lebak. Mereka harus meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi para pengunjung yang berwisata di Lebak,” jelasnya.

Pengurus Balawista Lebak Mumu Mahmudin menyatakan, keselamatan pengunjung menjadi prioritas Balawista dan pengelola Pantai Bagedur. Untuk itu, anggota Balawista selalu memantau wisatawan yang asyik menikmati liburan di pantai. Mereka tidak henti mengingatkan pengunjung agar tidak ke tengah dan melewati garis aman untuk berenang.

“Di Pantai Pasir Putih di Ciparahu kebetulan belum ada pengelolanya. Di sana hanya ada paguyuban pedagang. Jika di semua objek wisata ada lifeguard-nya, saya yakin tempat wisata di Lebak akan aman dan nyaman dikunjungi,” jelasnya.

Senada disampaikan Ketua Balawista Kabupaten Lebak Erwin Komara Sukma. Kata dia, setiap kawasan wisata air atau pantai wajib ada petugas penyelamat wisatawan yang terlatih. Hal itu untuk meminimalkan terjadinya kecelakaan seperti tenggelam atau terseret ombak. Wisata pantai di Lebak Selatan, katanya, rawan kecelakaan laut karena ombaknya yang besar sehingga membutuhkan penjagaan yang ekstraketat.

“Rencananya, Balawista merekrut kembali anggota di beberapa wilayah yang memiliki objek wisata. Mereka akan dilatih dan dididik menjadi anggota penyelamat wisata air. Setelah itu mereka akan ditempatkan di objek wisata air di wilayahnya masing-masing,” paparnya. (tur/zis/dwi)