Pengelolaan Limbah Disebut Ada Monopoli, PT Krakatau Nippon Steel Didemo

CILEGON – Ratusan pendekar yang tergabung dalam Forum Lintas Seni Budaya Banten menggeruduk PT Krakatau Nippon Steel Sumikin (KNSS) yang berlokasi di Kawasan Industrial Estate Cilegon (KIEC) Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Kamis (1/3).

Pendekar yang turun menyebut dari peguron Bandrong dan Terumbu Banten. Ada tiga tuntutan yang diutarakan dalam aksi unjuk rasa itu.

Koordinator aksi, Juli Tresno Aji mengaku kedatangan para pendekar Banten untuk mengingatkan kepada PT KNSS agar peduli dengan masyarakat sekitar dan pengusaha lokal. “Jika PT KNSS tidak mendengar aspirasi masyarakat, massa demo yang menjadi pengingatnya,” katanya.

Di tempat yang sama, seorang peserta aksi, Isbatullah Alibasya menduga adanya monopoli pengelolaan limbah yang dilakukan oleh PT KNSS dengan menggandeng anak perusahaan PT KS. Sehingga kesempatan untuk pengusaha lokal menjadi tertutup.

“Kita menuntut rekrutmen tenaga kerja lokal. Beri peluang pengusaha lokal untuk mengelola limbah scrap. Dan CSR untuk masyarakat sekitar,” katanya.

Sementara itu, Mulyadi Sanusi mendesak agar PT KNSS menerima aspirasi masyarakat. Ia mengancam akan terus melakukan aksi serupa bahkan dengan jumlah massa yang lebih besar, jika tuntutan dalam aksi itu tidak diindahkan.

“Jangan sampai tamu menguasai rumah kita. Jangan biarkan itu sampai terjadi. Pendekar Banten akan turun tangan. Persoalan di Cilegon menjadi urusan juga bagi para pendekar di Serang dan Pandeglang. Begitupun sebaliknya,” ucapnya.

Pihak PT KNSS belum dapat ditemui oleh sejumlah wartawan untuk dikonfirmasi terkait aksi unjuk rasa ini. “Maaf pak, belum ada tembusan dari dalam untuk menerima media,” ujar seorang petugas keamanan dalam PT KNSS. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)