Pengelolaan Sampah Cilowong Disorot

0
1204
CILOWONG: Sejumlah petugas kebersihan beraktivitas di TPSA Cilowong, Taktakan, Kota Serang, Senin (1/2). QODRAT/RADAR BANTEN

SERANG–Sistem pengelolaan sampah Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong jadi sorotan. Ini menyusul rencana kerja sama Pemkot Serang dan Pemkot Tangsel untuk menampung sampah dari wilayah Tangerang Selatan (Tangsel).

Diketahui, Walikota Serang Syafrudin dan Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany telah menandatangani nota kesepahaman pada 23 Januari lalu. Nota kesepahaman itu untuk kerja sama pengelolaan sampah.

Kesepakatan itu berbunyi tentang TPAS Cilowong yang akan menampung sampah dari wilayah Kota Tangsel sebanyak 400 ton per hari selama tiga tahun.

Kompensasinya, Pemkot Serang bakal menerima Rp48 miliar dari Pemkot Tangsel. 

Atas rencana itu, Ketua DPC GMNI Serang Arman Maulana Rachman meminta Pemkot Serang memperhatikan sistem pengelolaan sampah. Sebab, produksi sampah di wilayah Kota Serang mencapai 300-350 ton per hari.

 “Kalau pengelolaan sampahnya tidak diperbaiki. Berasa tidak logis, kalau misalkan Pemkot Kota Serang ingin menampung sampah dari kota Tangsel,” ujar Arman, Senin (1/1).

Kata Arman, data DLH Kota Serang, dari 360 ton sampah di Kota Serang, Pemkot Serang baru sanggup mengangkut 75-80 ton ke TPAS Cilowong. “Kalau melihat daya tampung TPA Cilowong tentu, kita semua tahu, daya tampung Cilowong itu hanya sampai 2026. Itu juga, karena ada musibah longsor. Masalahnya kan jelas, harus ada sistem pengelolaan yang baik,” jelas Arman.

Dikatakan Arman, persoalan sampah memang kerap kali menjadi masalah bagi daerah yang menjadi tujuan migrasi seperti Kota Serang. “Sebelum menjajaki kerja sama baiknya Pemkot memperbaiki sistem pengelolaan sampah di sana (Cilowong-red),” katanya.

Hal senada diungkapkan Ketua Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP) Kota Serang Tedy Supriadi. “Apabila sistem pengelolaan sampah tidak menjadi perhatian. Maka, bukan tidak mungkin, pengelolaan sampah akan berdampak negatif bagi masyarakat,” katanya.

Terpisah, Kepala DLH Kota Serang Ipiyanto menjelaskan, pengelolaan sampah akan dilakukan dengan menggunakan dua program teknologi. Yakni, menggunakan mesin incinerator untuk menghabiskan sampah menghasilkan debu, dan memproses sampah bernilai manfaat. “Kita menyiapkan dua sistem teknologi dalam pengelolaan sampah,”jelasnya.

Kata Ipiyanto, DLH saat ini tengah menyelesaikan sampah di bagian hulu atau sampah di lingkungan masyarakat. “Tangani di hulu, kita tangani bagaimana  penyelenggaraan TPS (Tempat Pengolahan Sampah-red) 3R (Reduce, Reuse, Recycle-red) berjalan,” katanya.

Sementara terkait rencana kerja sama pengelolaan sampah dengan Pemkot Tangsel, Ipiyanto menegaskan belum disetujui oleh DPRD Kota Serang. “Baru antara Pemkot Serang dan Tangsel. Belum ke arah kerja sama antar organisasi perangkat daerah,” katanya. (fdr/nda)