Pengelolaan Sampah Masih Tradisional

CURUG – RT 02 RW 02, Lingkungan Cipecung, Kelurahan/Kecamatan Curug, telah hijau dan berbunga. Namun, pengelolaan sampah di kampung ini masih tradisional.  

“Di Cipecung (RT 02 RW 02-red), penataannya hanya sekadar warna-warni cat, pagar bambu, dan ban. Penghijauan juga sudah dilakukan di masing-masing rumah warga, tapi belum tertata rapi. Tanaman di depan rumah, rata-rata berbunga dan hijau,” kata Anita Viliana, juri Lomba Resik Lan Aman (LRLA) Kota Serang 2020 yang tergabung dalam tim 10, Kamis (14/5).

Catatan lainnya untuk warga dan pengurus RT 02 adalah soal penanganan sampah. Sebab, mayoritas warga RT ini membakar sampah di pekarangan rumahnya.

Juri pun menyarankan agar warga berinovasi mengolah sampah. Sehingga, sampah yang mereka hasilnya bisa bernilai ekonomi

“Sampah plastik jangan dibakar, karena asapnya bisa bikin sesak nafas. Warga bisa memanfaatkannya dengan dimasukkan ke dalam botol plastik 600 mililiter sampai penuh. Lalu dilem pakai lem kayu. Bisa jadi pagar atau hiasan,” jelas Anita memberikan contoh.

Saran ini diberikan karena menurutnya, selama tim 10 bertugas menilai kebersihan dan keamanan RT sejak 4 Mei, belum menemukan ada RT yang berinovasi mengelola sampah.

Dari sisi keamanan, menurut Bripka Yayat Triharyanto, RT 02 tergolong aman. Perkampungan ini memiliki pos ronda. “Tapi alat kelengkapannya belum terlihat,” ujar juri dari perwakilan Polres Serang Kota ini. (rio/don)