Pengerjaan 12 Proyek Nasional di Banten Batal Tahun Ini

0
1098
Kepala Bappeda Provinsi Banten Hudaya Latuconsina.
SERANG – Pengerjaan 12 proyek nasional yang dibangun di Provinsi Banten dipastikan tidak akan dikerjakan tahun ini. Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Banten, Thoni Fathoni Mukson dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten, Hudaya Latuchosina.
Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Banten, Thoni Fathoni Mukson mengatakan, dirinya bisa memastikan bahwa 12 proyek besar tersebut tidak bisa dikerjakan tahun ini karena membutuhkan banyak proses persiapan. Selain itu, menurutnya, seluruh proyek tersebut harus dikuatkan oleh Perda atau dimasukan kedalam Rencana Peraturan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) terlebih dahulu.
“Tidak bisa tahun ini, meski biaya dari negara tapi tetap memerlukan sejumlah kajian terlebih dahulu, selain itu, harus dimasukan kedalam Perda atau RPJMD terlebih dahulu. Saya perkirakan pengerjaan proyek tersebut mulai berjalan saat ada gubernur yang baru,” papar Thoni saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (12/2/2016).
Hal senada dikatakan oleh Kepala Bappeda Provinsi Banten, Hudaya Latuchosina, menurutnya proyek tersebut belum bisa dijalankan karena harus melalui sejumlah kajian agar pengerjaan proyek itu bisa selesai sesuai dengan target dan tidak bermasalah.
“Harus ada uji kelayakan terlebih dahulu. Misalnya untuk bandara di Panimbang, tapi sejuah ini dari pemerintah pusat sudah ada pembicaraan,” ujar Hudaya.
Untuk diketahui, seperti yang telah diberitakan sebelumnya oleh Radar Banten, sebanyak 12 proyek nasional di proyeksikan di bangun di Banten, bahkan  Presiden Joko Widodo pun sudah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Pembangunan Strategis Nasional. ke-12 proyek tersebut antara lain pembangunan Tol Serang-Panimbang, Tol Kunciran-Serpong, Tol Serang-Cinere, dan Tol Serpong-Balaraja. Kemudian, proyek kereta api ekspres Seokarno Hatta-Sudirman, Bandara Banten Selatan Panimbang, dan pengembangan Bandara Soetta.
Kemudian, pembangunan terminal elpiji Banten kapasitas 1 juta ton per tahun, energi asal sampah kota-kota besar di Tangerang, Waduk Karian, KEK Tanjung Lesung, serta percepatan infrastruktur transportasi, listik, air bersih untuk kawasan strategis pariwisata nasional (KSN) Tanjung Lesung. (Bayu)