Pengerjaan Proyek Normalisasi Kali Angke Tak Tepat Waktu

Turap Kali Angke
Turap Kali Angke yang sudah dinormalisasi Pemkot Tangerang di Kelurahan Pedurenan, Karang Tengah, Selasa (26/1/2016). (Foto: Iwan Setiawan)

KARANG TENGAH – Pengerjaan proyek normalisasi Kali Angke tak sesuai rencana. Proyek yang ditargetkan selesai tahun lalu itu molor. Diperkirakan, proyek selesai pada tahun ini. Penyebabnya, masih ada lahan yang belum dibebaskan untuk dibangun normalisasi.

Terutama dua lokasi lahan yang berada di RW 02 dan RW 06, Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah. Lahan di RW 02 belum bisa dibebaskan lantaran ada salah pencatatan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Seharusnya lahan itu masuk Kelurahan Pedurenan, namun dalam gambar masuk Kelurahan Sudimara Pinang. Sehingga, Pemkot Tangerang meminta tim aprasial melakukan penghitungan kembali. Sedangkan di lahan RW 06 karena lahannya masih menjadi sengketa.

Lurah Pedurenan Maman Supriatman mengatakan, di dua titik itu sebenarnya sudah bisa diselesaikan tahun lalu bila tidak ada masalah. Kemudian, untuk pembayaran kepada warga juga bisa langsung dilakukan. “Kami harap warga yang memiliki lahan menyadari bahwa lahannya akan dimanfaatkan kepentingan normalisasi,” katanya saat melakukan pengontrolan Kali Angke di wilayahnya, dilansir dari Harian Radar Banten Tangerang.

Ia mengungkapkan, kendati hujan terus mengguyur beberapa pekan belakangan ini, namun tidak menimbulkan luapan di Kali Angke. Begitu juga turap yang dibangun Pemkot Tangerang tidak ada yang bocor. Pihaknya mengharapkan, setelah Pemkot membangun turap dan melakukan normalisasi maka banjir di Pedurenan tidak terjadi.

Kepala Bagian Sumber Daya Air pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Taufik Syazaeni mengatakan, proyek normalisasi Kali Angke untuk meminimalisasi titik-titik banjir di Kota Tangerang. Terutama saat musim penghujan datang. “Pengerjaannya dilakukan dua paket,” katanya.

Pengerjaan paket pertama difokuskan di kawasan Kelurahan Petir. Sementara untuk paket dua, dibagi menjadi tiga segmen. Tiga segmen itu di paket dua normalisasi kali tersebut masing-masing berada di Jembatan Pondok Bahar sampai jalan Tol Merak sepanjang 1,75 kilometer.

Kemudian di segmen kedua di jalan Tol Merak sampai jembatan Jalan Hasyim Ashari sepanjang 2,175 kilometer, dan terakhir dari jembatan Jalan Hasyim Ashari sampai Masjid Tajur sepanjang 2,137 kilometer. “Untuk progres sampai sekarang sudah sampai 90 persen,” terangnya.(RB/iws/dai)