Penggugat Dana Hibah Cilegon Dilaporkan

0
972 views
Ketua Kadin Cilegon Sahruji (kedua dari kanan) usai membuat laporan polisi terkait dugaan pencemaran nama baik terhadap terlapor Muhammad Kholid di SPKT Polda Banten, Senin (23/3).

SERANG – Gugatan dana hibah dan bantuan sosial (bansos) Pemkot Cilegon 2018, 2019, dan 2020 berbuntut panjang. Kemarin (23/3), giliran Muhammad Kholid selaku penggugat dilaporkan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Cilegon ke Mapolda Banten.

“Hari ini (kemarin-red) kita melaporkan saudara Muhammad Kholid ke Polda Banten karena telah mencemarkan nama baik Kadin Cilegon,” kata Ketua Kadin Cilegon Sahruji usai membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Banten.

Kholid dipolisikan usai perkara gugatan dana hibah dan bansos itu digugurkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Serang, Rabu (18/3). Kadin Kota Cilegon menjadi salah satu tergugat dalam perkara gugatan dana hibah dan bansos Kota Cilegon 2018, 2019 dan 2020 itu.

Namun, perkara Nomor Register: 34/Pdt.G/2020/PN Srg didugurkan lantaran Kholid selaku penggugat tidak hadir tanpa alasan yang jelas. “Kita laporkan atas sangkaan Pasal 310 KUH Pidana, Pasal 311 KUH Pidana, dan Pasal 317 KUH Pidana,” kata Sahruji.

Sahruji melampirkan salinan panggilan pengadilan dan berita media cetak sebagai lampiran dalam laporannya. “Ini kami laporkan karena merupakan pembohongan dan fitnah kalau Kadin menerima dana hibah. Kami memang tidak menerima hibah maupun dana bansos,” beber Sahruji.

Sahruji menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada Polda Banten untuk mengusutnya hingga tuntas. “Kami dilaporkan perbuatan melawan hukum, dan kami juga melaporkan balik. Sebagai masyarakat yang sadar hukum, saya serahkan sepenuhnya ke kepolisian, apapun akan kita ikuti,” kata Sahruji.

Dia menegaskan dengan laporan tersebut, masyarakat dapat mengetahui bahwa Kadin Cilegon tidak menerima dana hibah atau bansos dari Pemkot Cilegon. “Ini dapat memperjelas kepada masyarakat, yang telah membaca dan mendengar kalau pengurus Kadin maupun ketua Kadin menerima hibah. Meski sebenarnya, Kadin berhak mendapatkan hibah. Namun kebetulan Kadin tidak menerima uang hibah,” kata Sahruji.

Terpisah, Muhammad Kholid mengaku tidak mempersoalkan laporan Kadin Cilegon ke Polda Banten. Menurutnya, gugatan perdata tersebut dilayangkan atas informasi dari website Pemkot Cilegon. “Bukan mengada-ada (gugatan-red). Itu semua asas praduga tak bersalah. Apa yang saya buat itu dugaan semua. Itu ada dasarnya dari website Pemkot Cilegon,” tutur Kholid. (mg05/nda/ags)