Penggunaan Dana Hibah DKB Banten Disidik

SERANG – Status perkara dugaan korupsi alokasi dana hibah Dewan Kesenian Banten (DKB) senilai Rp1 miliar resmi dinaikkan ke tahap penyidikan. Penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Serang Kota meyakini ada penyelewengan penggunaan dana hibah tahun 2017 itu.

“Sudah dinaikkan ke tahap penyidikan,” kata Kasat Reskrim Polres Serang Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Indra Feradinata dikonfirmasi Radar Banten, Jumat (15/11).

Status penyidikan itu melalui gelar perkara pada Oktober 2019. Tim penyidik sepakat ada dugaan pidana pada perkara tersebut. “Sekarang masih berproses (penyidikan-red),” kata Indra.

Penyidik juga telah mengajukan permohonan audit perhitungan kerugian negara (PKN) kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Banten. “Kami tinggal tunggu hasil auditnya. Item-item yang kami mintakan untuk dihitung PKN-nya sudah kami serahkan ke sana (BPKP-red),” kata Kanit Tipikor Satreskrim Polres Serang Kota Inspektur Polisi Dua (Ipda) Miftahudin.

Sejumlah pihak telah dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi. Sejumlah saksi itu adalah pihak terkait dana hibah dari APBD Provinsi Banten tersebut. “Yang kami panggil tentunya yang berkaitan dengan perkara,” kata Mifta.

Sebelumnya saat proses penyelidikan, penyelidik telah memanggil sejumlah pihak termasuk pengurus dari dari DKB Banten. Mereka dipanggil untuk dimintai keterangan.

Pengurus DKB itu dimintai keterangan pada waktu berbeda. Salah satunya, mantan ketua Divisi Sastra DKB Banten Wahyudin. Namun,Wahyu mengaku, tak mengetahui penggunaan dana hibah. Sebab, dia sudah mengundurkan diri sebagai Ketua Divisi Sastra sejak Oktober 2016. “Saya tidak tahu sama sekali (penggunaan dana hibah-red) karena posisi saya sudah tidak di DKB,” katanya. (mg05/nda/ags)