ilustrasi (foto: istimewa)

Semakin menjamurnya pengemis di kawasan Jalan Pramuka, Jakarta Timur membuat para petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial Jakarta Timur bertindak tegas. Mereka langsung merazia kawasan tersebut.

Menurut Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Timur, Benny Martha, mereka banyak mendapat laporan dari warga bahwa ada seorang pengemis disabilitas yang didrop di kawasan itu. Mereka pun langsung bergegas ke lokasi.

“Saat kami tiba, yang mendrop pengemis itu sudah keburu pergi. Kami hanya sempat amankan pengemisnya,” terang Benny saat dikonfirmasi, Minggu (30/4).

Pengemis yang meraka amankan bernama Kastiman. Dia mengaku berasal dari Indramayu, Jawa Barat.

Benny juga mengatakan, pengemis itu bisa mendapatkan uang hingga Rp 200 ribu dalam sehari atau sekali operasi. Nah, jika dalam sebulan, rata-rata pengemis itu bisa mendapatkan pendapatan Rp 6 juta perbulan.

Jika dibandingkan dengan upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta, maka hasil dari mengemis di Jakarta, khususnya Jakarta Timur hampir mencapai dua kali lipatnya. Seperti diketahui, UMP DKI Jakarta tahun 2017 besarannya adalah Rp 3.355.750. Jika dikalikan dua berarti: Rp 6.7111.500.

Di Jakarta sendiri, masih banyak pegawai kantoran yang gajinya masih standar UMP.

Tak hanya itu, pengemis tersebut kata Benny pernah mendapatkan bantuan dalam acara sumbangan kemanusian kategori disabilitas (model video clip) dari Acara Iwan Fals. “Per bulan dia dapat santunan sekitar Rp. 1.000.000,” kata dia.

Lanjut dia menerangkan, meski memiliki disabilitas, pengemis tetap tidak perkenankan untuk melakukan aktivitas meminta-minta di jalan. “Ini untuk kenyamanan dan ketertiban warga DKI. Warga juga silakan melapor jika ada kejadian serupa,” tukas dia. (elf/JPG)