Penghina Bupati Serang Dipenjara

SERANG – Yasser Arafat Yusmantoro (44) kembali dijebloskan ke Rutan Klas II B Serang oleh penuntut umum Kejari Serang, Jumat (3/1). Yasser ditahan usai tersangka penghinaan terhadap Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah ini dilimpahkan oleh penyidik Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Banten.

“Hari ini sudah dilakukan tahap dua (pelimpahan barang bukti dan tersangka-red) dari penyidik Polda kepada kami. Tersangka kami lakukan penahanan. Alasan (penahanan-red), ancaman hukumannya di atas lima tahun. Selain itu juga dengan pertimbangan tersangka merusak barang bukti dan melarikan diri,” kata Kasi Pidum Kejari Serang Yogi Wahyu Buana kepada Radar Banten.

Yasser disangka menghina Tatu melalui akun media sosial (medsos) miliknya pada 2017 lalu. Awalnya, Yasser menggunggah foto di akun Instagram dengan menuliskan kata-kata “Heeiii tatu….!!!! Keluar kau…jangan sembunyi digedung milik rakyat….bawa pasukanmu hadapi saya YASSER BANTEN kalau mau bermain curang di pilgub banten,”. Bahkan, Yasser menyebut Bupati Serang sebagai sosok dablek dan culas di dalam komentar. “Kepala daerah yang dablek,culas mimpin ga benar,” tulis Yasser.

Lalu, pada 6 Agustus 2019 sekira pukul 12.55 WIB, Yasser menulis status di akun Facebook miliknya yang bernada fitnah dan pencemaran nama baik. Yasser menuliskan tentang rencana kerja sama antara Pemkab Serang dan pemerintah kota di China untuk mengelola sumber daya di Kabupaten Serang.

Sekira pukul  19.19 WIB, Yasser mengunggah foto Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah akun Facebooknya. Dalam keterangan foto tersebut Yasser menuliskan soal aroma pencarian modal pilkada 2020 dalam rencana kerjasama tersebut. “Selamat datang China di kabupaten serang…. Daku MENCIUM AROMA CARI MODAL PILKADA 2020 KAH….??????,” tulis Yasser. 

Tulisan Yasser tersebut dibaca oleh Daddy Hartadi. Daddy kemudian memberitahukan status akun medsos tersebut kepad Nur Amrin, selaku staf khusus Bupati Serang.

Amrin kemudian menelusuri informasi dengan memeriksa akun medsos milik Yasser. Tulisan bernada penghinaan itu di-screenshoot olehAmrin. Hasil screenshoot tersebut dilaporkan kepada Tatu. Usai melihat laporan Amrin, Tatu memutuskan untuk melaporkan perbuatan Yasser ke Mapolda Banten.

Penyidik Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Banten melakukan penyelidikan. Setelah alat bukti dianggap cukup, status perkara itu dinaikkan ke tahap penyidikan. Yasser juga ditetapkan sebagai tersangka. Dia disangka melanggar Pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (3) UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dan, Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) UU yang sama. Direktur Reskrimsus Polda Banten Komisaris Besar (Kombes) Pol Rudi Hananto mengakui proses penyidikan terhadap Yasser telah rampung. Perkara itu telah dilimpahken ke penuntut umum. “Sudah selesai (penyidikan-red). Perkaranya sudah dilimpahkan (kepada penuntut umum-red),” tutur Rudi. (mg05/nda/ags)