Pengprov Gelar Pemusatan Pelatihan Jelang PON di Papua

Pebasket Banten (kanan) membayang-bayangi pergerakan pebasket Sulawesi Utara (kiri) pada ajang Pra PON 2019 di Jetz Stadium, Cihuni, Kabupaten Tangerang, Rabu (3/7). Dok Radar Banten

SERANG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banten berharap pengurus provinsi (pengprov) cabang olahraga yang telah meloloskan atletnya dari ajang Pra PON 2019 bisa segera menggelar Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) PON Papua 2020.

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Banten Hengky S Bremer menilai persaingan cabor yang telah lolos menuju PON cukup ketat. Sehingga, pembinaan perlu dilakukan sedini mungkin.

Pelatda 2019 diharapkan bisa mempertahankan kemampuan atlet Banten selepas Pra PON dan bisa ditingkatkan saat pelaksanaan Pelatda PON yang digelar resmi oleh KONI Banten di 2020. “Jangan sampai kemampuan atlet yang sudah lolos ke PON kendor lagi karena atlet diliburkan latihan sampai menunggu pelaksanaan Pelatda PON pada Januari 2020. Kami berharap pengprov sudah memikirkan pelaksanaan Pelatda buat atlet mereka, sambil menunggu Pelatda PON,” kata Hengky, Senin (12/8).

Apalagi, sambung Hengky, pada PON Papua 2020 target yang dibebankan oleh Pemprov Banten meningkat dari raihan KONI Banten pada PON Jabar 2016 lalu. Jika di PON Jabar KONI Banten menempati peringkat ke-13, di PON Papua 2020 KONI Banten target masuk sepuluh besar.

“Karena target kita adalah sepuluh besar PON maka kita harus bisa mengubah raihan medali perak Pra PON menjadi emas di PON. Medali perunggu jadi perak atau emas. Ini butuh kerja ekstra dan itu hanya bisa dilakukan dengan gelaran Pelatda yang lebih lama,” jelas Hengky.

Hingga saat ini, KONI Banten diketahui telah meloloskan atletnya dari ajang Pra PON 2019 ke PON Papua 2020 lebih dari 51 atlet. Delapan cabor yang telah lolos di antaranya bola basket, softball, woodball, sepak takraw, tenis lapangan, atletik, dan judo.

Ketua Umum (Ketum) KONI Banten Rumiah Kartoredjo sepakat dengan harapan yang diucapkan Hengky. Mantan kepala Polda Banten itu menjelaskan, kelolosan ke PON Papua akan percuma jika tidak diikuti dengan pelaksanaan Pelatda lanjutan menghadapi PON. Rumiah tidak ingin kerja keras pengprov untuk meloloskan atlet atau timnya ke PON tidak seiring dengan keinginan meraih medali di PON.

“Jangan sampai sudah lolos Agustus, tapi tidak ada latihan rutin. Kemampuan atlet jadi nol lagi,” ucapnya.

Selain Pelatda dari pengprov, Rumiah mengungkapkan, KONI Banten juga sedang merancang pendanaan atlet yang lolos PON agar masuk program unggulan Pelatda Jangka Panjang (PJP) KONI Banten.

“Nanti ke depan atlet lolos PON kita masukkan sebagai atlet promosi PJP. Skema ini sedang kita godok agar bisa segera diterapkan dan sesuai dengan anggaran yang ada. Kita sedang menghitung berapa kebutuhannya,” kata Rumiah. (rbs/ibm/ira)