Pengukuran Lahan Tol Serpong-Balaraja Rampung November

0
247
Tim pembebasan lahan dan perangkat desa melakukan pematokan di Desa Rancaiyuh, Kecamatan Panongan, beberapa waktu lalu.

TIGARAKSA – Proyek Jalan Tol Serpong-Balaraja (Serbaraja) sepanjang 39,8 kilometer nantinya bakal tersambung dengan jalan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Jalur ini akan membentang dari Balaraja hingga ke Pantai Utara Tangerang. Saat ini, trase tol dari Balaraja ke Bandara sudah dibuat. Rute baru yang dibuat mulai dari Balaraja, Pasarkemis, Pantai Utara hingga ke Bandara Soekarno-Hatta. Tim Pembebasan lahan Tol Serbaraja mematok pengukuran lahan akan rampung akhir November ini.

Kepala Tim Pembebasan Lahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) Andri Irfan mengatakan, pihaknya tengah menyelesaikan penetapan lokasi (penlok) yang telah berjalan selama dua bulan 11 hari. ”Penlok ini telah disesuaikan dalam Rencana Umum Tata Ruang Kabupaten Tangerang dan RTRW nasional,” terangnya.

Irfan menjelaskan, pengukuran lahan tol Serbaraja telah mencapai 47. 69 persen atau 4.968 bidang lahan termasuk hunian. Sementara, proses pematokan badan dalam jalan atau Right on Way (ROW) sudah mencapai 99 persen. ”Setelah ini selesai baru harga nilai jual akan ditentukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang ditunjuk oleh kami,” jelasnya.

Disinggung maraknya konflik sengketa harga lahan, Irfan mengaku dirinya tak sembarangan memilih tim penilai harga. Dijelaskannya, KJPP yang dipilih adalah orang yang secara metodologi pengukurannya sangat transparan.

”Selama ini kasus yang muncul karena adanya perbedaan harga yang mencolok antara warga dan pembeli. Makanya, kami menunjuk KJPP yang transparan mengenai harga pembebasan lahan tersebut,” jelasnya.

Irfan berharap, proyek jalan tol dapat mengurai kepadatan arus kendaraan yang selama ini terjadi, terutama yang dialami pengendara dari Jakarta ke Tangerang maupun sebaliknya.

Kepala Kantor BPN Kabupaten Tangerang Himsar mengaku, proses pembebasan lahan untuk Tol Serpong-Balaraja sedang dilakukan. Sebanyak 4.000 bidang tanah di 32 desa dan 8 kecamatan di Kabupaten Tangerang sedang diinventarisasi untuk menentukan nilai ganti ruginya.

Menurut Himsar, tahapan inventarisasi bidang tanah masih terus dilakukan. BPN Kabupaten Tangerang akan memastikan semua lahan yang terdata nanti akan dihitung untuk proses pembebasan sebelum pembangunan jalan tol dimulai. (TOGAR/RBG)