Pengumuman Tidak Bisa Diakses, PPDB Online di Cilegon Dikeluhkan

0
1.161 views

CILEGON – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) secara online di Kota Cilegon dikeluhkan sejumlah orangtua murid. Keluhan itu terjadi pada PPDB online yang dilakukan di SMPN I Cilegon lantaran website yang digunakan untuk melihat hasil pengumuman tidak bisa diakses pada beberapa hari terakhir.

Salah satu orangtua murid yang enggan menyebut namanya mengatakan, ia tidak dapat mengakses website yang berisi pengumuman hasil tes PPDB online di SMPN I Cilegon. “Pengumumannya memang sudah sejak 21 Juni lalu, tapi kami masih membutuhkannya untuk mengetahui hasil PPDB online,” katanya, Selasa (4/7).

Kata dia, pihaknya menginginkan PPDB online disiapkan lebih baik agar tidak ada kecurigaan dari warga. Selain itu, ia juga menyayangkan tidak ada pilihan sekolah lain untuk anaknya mendaftar setelah tidak diterima di SMPN I Cilegon. “Anak saya daftar di SMPN I Cilegon tapi tidak lolos karena tesnya bersamaan makanya tidak bisa mendaftar ke sekolah lain, padahal nilai anak saya tinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga menyayangkan anaknya tidak lolos pada PPDB online SMPN I lantaran nilai anaknya lebih besar daripada salah satu peserta yang lolos. “Anak saya nilainya tinggi, tapi tidak lolos. Tapi, ada peserta lain yang nilainya di bawah anak saya malah lolos,” pungkasnya.

Kepala SMPN I Cilegon Rulyanto mengungkapkan, server website pengumuman PPDB online memang tidak dapat diakses. Meski demikian, ia mengaku tidak mengetahui persis penyebab erornya website tersebut. “Kalau server dan jumlah akumulatif nilai di Dindik (Dinas Pendidikan-red) langsung, SMP hanya sebagai pelaksana saja,” ungkapnya.

Pada PPDB online tahun ini, lanjut Rulyanto, SMPN I Cilegon memiliki kuota delapan kelas dengan setiap kelas menampung 32 siswa. Dari kuota yang tersedia sekira 50 peserta tidak diterima masuk di SMPN I Cilegon. “Untuk penerimaannya dari peringkat nilai akumulatif NEM (nilai ebtanas murni-red), nilai tes online dan prestasi,” jelasnya.

Bagi siswa yang mendaftar tetapi tidak diterima, Rulyanto menyarankan untuk mendaftar ke SMP negeri lain yang masih kekurangan kuota. “Kalau sekolah mantap (SMPN I dan SMPN II Cilegon), pengumumannya lebih dahulu, yakni 21 Juni. Kalau SMP negeri lain 23 Juni lalu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang SMP pada Dinas Pendidikan Cilegon Suhendi mengakui server PPDB online untuk tingkat SMP kemarin tidak bisa diakses. Namun, ia memastikan saat pengumuman pada 21 Juni hingga 23 Juni lalu website bisa diakses. “Setelah 23 Juni kan libur, jadi servernya dimatikan. Kalau saat ini belum bisa diakses mungkin belum dinyalakan,” ungkapnya.

Suhendi memastikan, PPDB online dilakukan secara transparan dan dapat diakses oleh warga. Ia juga akan menjadikan proses PPDB online tahun ini sebagai evaluasi ke depan. “Untuk penilaiannya dikumulatifkan antara 60 persen dari hasil tes online, 25 persen nilai hasil ujian, dan 15 persen dari prestasi yang dimiliki,” jelasnya.

Lebih lanjut, Suhendi juga mempersilakan orangtua datang ke Dindik Cilegon untuk mengeluhkan hasil tes PPDB online. “Kalau ada orangtua murid yang mempertanyakan hasil PPDB online, silakan datang saja ke kantor. Nanti kami akan jelaskan sedetail mungkin,” pungkasnya. (Alwan/RBG)