Pengunggah Video Persekusi di Cikupa Diciduk

0
74
Kapolresta Tangerang AKBP M Sabilul Alif melontarkan pertanyaan kepada salah satu tersangka video persekusi Cikupa di Mapolresta Tangerang, Tigaraksa, Kamis (23/11).

TIGARAKSA – Setelah menangkap enam pelaku, Polresta Tangerang berhasil juga menciduk pelaku pengunggah video persekusi. Dia berinisial GSD (18) warga asal Sumatera Selatan. Penangkapkan itu baru diekspose, Kamis (23/11) di Polresta Tangerang, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Tertangkapnya tersangka, setelah dilakukan penyelidikan oleh tim siber. Tersangka GSD berhasil dibekuk di kontrakannya di Jatiuwung, Kota Tangerang, dalam operasi yang dipimpin Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Wiwin Setiawan, sekira pukul 01.00 WIB, Senin (20/11) lalu.

Diketahui, tersangka (GSD-red) menyebarkan video tersebut melalui akun Facebook miliknya. Lalu, video persekusi yang diunggah tersangka, akhirnya menjadi viral di media sosial Facebook.

Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif menyatakan, setelah melakukan penyelidikan yang mendalam, akhirnya mendapati pengunggah video pasangan sejoli yang dituduh berbuat mesum di Kampung Kadu, Kelurahan Sukamulya, Cikupa. ”Jadi ada tujuh tersangka yang ditangkap dari kasus persekusi ini. Enam pelaku yakni G, T, A, I, S, dan N sebagai oknum yang melakukan penganiayaan. Sedangkan untuk tersangka GSD, menyebarluaskan video tersebut melalui akun Facebook-nya dan menjadi viral,” terangnya.

Ia menambahkan, barang bukti yang disita dari tersangka GSD yakni telepon genggam dan isi dari konten Facebook yang bersangkutan. Atas perbuatannya tersangka GSD dijerat Pasal 45 juncto Pasal 27 Ayat 1 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2016, perubahan atas Undang-undang Nomor 11 tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). ”Ancaman hukumannya enam tahun penjara maksimal,” ujarnya.

Sabilul mengimbau, agar masyarakat tidak mengunggah konten-konten negatif di media sosial. Apalagi berisi tentang ujaran kebencian, kekerasan dan pornografi. Dirinya menekankan untuk tidak main hakim sendiri, apabila menemukan persoalan di publik. Lebih baik melaporkan dan menyerahkannya ke pihak penegak hukum. ”Cukup kasus persekusi ini, pertama dan terakhir kali terjadi. Dampaknya, bisa berakibat fatal, salah satunya merugikan diri sendiri dan orang lain,” tukasnya.

Kasatreskrim Polresta Tangerang Kompol Wiwin Setiawan menyatakan, awalnya tersangka GSD iseng masuk ke aplikasi Facebook dari telepon selulernya pada Minggu, (12/11) sekira pukul 21.30 WIB. ”Saat berselancar di media sosial, ia melihat akun Facebook atas nama Khadafi membagikan video penganiayaan sejoli itu yang berasal dari akun Jharann Buang. GSD tertarik dan mencoba mengunduh dua video tersebut dan meng-upload di akunnya,” ujarnya.

Wiwin menambahkan, setelah 15 jam disebarkan, sebanyak 3.000 akun sudah memberikan like terhadap dua video yang diunggahnya. Akhirnya, beragam komentar bermunculan. Seperti minta video tersebut dihapus. ”Akhirnya, tersangka pun menghapus video penganiayaan dari akun Facebook-nya karena dinilai melanggar kesusilaan,” tukasnya. (you/RBG)