Pengurus RW Didorong Daur Ulang Sampah dan Bikin RTH

BANDUNG – Tim 8 juri Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2019 mendorong pemerintah desa dan pengurus RW di Desa Mander dan Desa Panamping di Kecamatan Bandung, untuk memiliki pengolahan daur ulang sampah. Pasalnya, pengelolaan sampah ini masuk penilaian untuk kategori kampung terinovatif.

Perjalanan tim juri ke Kecamatan Bandung tidak banyak menemui kendala. Proses penilaian dimulai di RW 01, Kampung Yudha, Desa Mander. Tim dari perwakilan Pemkab Serang, Radar Banten, Polda Banten, dan Korem 064/Maulana Yusuf Serang tiba di kampung ini sekira pukul 10.00 WIB, Selasa (12/11).

Warga memang tidak menyiapkan acara khusus penyambutan. Namun, lingkungan yang asri, ditambah suara gendang dan alat musik gamelan lain yang dimainkan pelajar SMP saat berlatih menari di Sanggar Yudha cukup menjadi sambutan bagi juri.

Kampung Yudha mirip perkampungan di Bali. Banyak pohon besar di kampung ini. Bentuk Sanggar Yudha pun menyerupai bangunan adat Bali. Taman di depan sanggar, dengan hiasan batu-batu beragam ukuran yang dikelilingi akar pohon rindang, menambah sejuk suasana. “Di sini (RW 01, Kampung Yudha-red), suasananya sejuk banget. Lingkungannya juga bersih. Enggak ada sampah sama sekali,” kata anggota tim 8 juri LKBA Ajun Komisaris Polisi (AKP) Markun kepada Radar Banten.

Akan tetapi, Markun menyayangkan pengelolaan sampah dan keamanan lingkungan yang belum maksimal dilakukan warga kampung ini. Kampung Yudha belum memiliki kelompok sadar lingkungan yang bisa mengolah atau mendaur ulang sampah menjadi barang bernilai ekonomi.

Kreativitas warga untuk mendekorasi lingkungannya, lanjut Markun, juga tidak ditemukan di Kampung Yudha. “Semoga, (penilaian-red) tahap kedua nanti, sudah ada perubahan,” harapnya.

Dari Kampung Yudha, tim 8 juri LKBA 2019 menuju Griya Junti Asri, tepatnya di RW 04, Desa Penamping. Perumahan ini tidak terlalu jauh dari Kampung Yudha. Jarak tempuhnya sekira 15 menit. Griya Junti Asri berbeda dengan Kampung Yudha. Perumahan ini gersang. Ditambah terik matahari yang menyengat, udara terasa begitu panas.

Warga RW 04, Griya Junti Asri, telah menghias lingkungannya. Di sepanjang jalan lingkungan di perumahan ini, ada tanaman bunga yang tertata. Tanaman bunga juga ada di halaman depan rumah warganya. “Ada lahan (menyebut ruang-red) terbuka hijau juga, tapi kondisinya belum dimaksimalkan,” kata anggota tim 8 juri LKBA 2019 Rahmat Hidayat.

Rahmat menilai, Griya Junti Asri berpotensi masuk nominasi LKBA. Namun, masih ada banyak tahapan yang perlu dipenuhi. Yakni, membersihkan saluran pembuangan air, melengkapi sarana pos ronda, serta membentuk kelompok sadar lingkungan dan kelompok sadar hukum. “Kalau saja ruang terbuka hijaunya rapi, banyak tanaman dan sejuk, bakal bagus banget,” ujar Rahmat.

Ketua RW 04, Griya Junti Asri, Sukarman berjanji akan melengkapi kekurangan lingkungannya agar memenuhi semua kriteria lomba. “Saya sudah membentuk kelompok pemuda untuk mengelola sampah bekas kemasan minuman untuk dijual, dan uangnya untuk kas warga. Kita juga akan bersinergi dengan bhabinkamtibmas dan Pemerintah Desa Penamping, serta warga untuk persiapan penilaian tahap kedua nanti,” pungkasnya. (mg06/don/ags)