SERANG – Pengusaha Banten yang bergerak di bidang infrastruktur diminta tidak hanya bergantung pada proyek APBD. Pengusaha Banten harus lebih kreatif menggarap pekerjaan dari para investor yang ada dan akan menanamkan modal di Provinsi Banten. Hal ini disampaikan Ketua DPRD Provinsi Banten Asep Rahmatullah usai menghadiri acara pembentukan pengurus Asosiasi Pengusaha Pemborong Indonesia (APPI) di salah satu hotel di Kota Serang, Kamis (8/1/2015).

“Pengusaha itu jangan hanya thawaf (keliling-red) mengharapkan APBD. Bahwa di Banten bukan hanya proyek dari APBD saja tapi investor juga ada, ini yang mesti digarap para pengusaha lokal. Kalau hanya mengandalkan APBD repot dong,” ujar Asep Rahmatullah.

Asep menegaskan dirinya bukan berarti melarang para pengusaha menggarap proyek yang bersumber dari APBD tapi setidaknya peluang kerja sama dengan para investor juga diupayakan secara maksimal. “Solusi ada di pengusaha. Artinya bukan berarti dilarang tapi APBD juga silakan, bagaimana lahan di Provinsi Banten ini dirambah,” imbuh dia.

Ditanya soal indikasi para pengusaha Banten banyak yang hanya menggantungkan pada proyek APBD, Asep menyarankan untuk mengecek pengusaha yang bekerja sama dengan para investor. “Coba cek aja pemilik mall itu rata-rata bukan pengusaha lokal. Pengusaha Banten harus jadi tuan rumah di daerahnya sendiri. Join usaha sah-sah saja. Jangan sampai penguasa luar dengan kapital besar menguasai, pengusaha lokal malah tersisih,” ujarnya. (Wahyudin)