Pengusaha Pantai Protes Penyekatan Wisatawan

0
2055

SERANG – Pengusaha pantai di Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang memprotes soal penyekatan wisatawan di jalan lingkar selatan (JLS). Penyekatan itu dinilai tidak ada sosialisasi terlebih dahulu.

Pengusaha Pantai Pasir Putih Landai Tanpa Karang Rochani mengatakan, penyekatan yang dilakukan di JLS tanpa ada koordinasi dan sosialisasi kepada pengelola pantai. “Tanpa ada koordinasi dengan kami,” katanya, Sabtu (15/5).

Ia juga mempertanyakan aturan penyekatan wisatawan itu. Menurutnya, aturan itu tanpa ada dasar yang jelas. “Tidak boleh seenaknya wisatawan yang mau ke pantai di putar balik, semuanya harus ada aturannya,” ujarnya.

Dikatakan Rochani, seharusnya pihak kepolisian berkoordinasi terlebih dahulu jika ada aturan pembatasan wisatawan. “Jika ada sosialisasi, kami juga pasti mengikuti, tidak seenaknya begini,” ucapnya.

“Seperti liburan tahun baru, itu ada himbauannya, aturannya ada, dan kita berkolaborasi dengan pihak kepolisian, kalau sekarang kan tidak ada itu surat himbauan yang disampaikan ke kita,” imbuh Rochani.

Ia juga menyayangkan penyekatan itu dilakukan dengan alasan jika wisata pantai sudah penuh. “Di situ tulisannya pantai Anyar penuh, coba cek ke sini, masih sepi ini, jauh dari kata penuh, jangan asal bilang penuh terus wisatawan diputar balik,” ujarnya.

Menurut Tokoh masyarakat Kecamatan Cinangka ini, penyekatan wisatawan itu bukan hanya merugikan pengelola pantai saja. Akan tetapi, juga masyarakat sekitar yang mencari nafkah di pantai. “Kami juga di sini menerapkan prokes, tidak ada wisatawan yang boleh masuk tanpa pakai masker,” pungkasnya. (Abdul Rozak)