Pengusaha Pribumi Banten Perlu Diproteksi

0
490 views
Sekjen DPP HIPPI Erik Hidayat mengukuhkan pengurus HIPPI Provinsi Banten pada Musda IV, Selasa (17/9).

SERANG –  Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Provinsi Banten akan mengusulkan peraturan daerah atau peraturan gubernur untuk memberikan perlindungan kepada para pengusaha pribumi.

Regulasi itu penting, selain sebagai proteksi, juga untuk memberdayakan dan memberikan kesempatan kepada pengusaha pribumi supaya berkembang dan berkontribusi bagi kemajuan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Demikian dikatakan Syaiful Bahri usai dikukuhkan sebagai Ketua Umum HIPPI Provinsi Banten pada Musyawarah Daerah IV di Hotel Le Dian, Kota Serang, Selasa (17/9).   Pengurus HIPPI lainnya, yaitu Sekretaris Umum Tb Rudi Adryansah, Wakil Sekretaris M Asro, Bendahara Umum Cahyo Hendro Atmoko, dan Wakil Bendahara Desi Apriyanti. “Kita punya agenda besar, yaitu mengusulkan pergub atau perda pelindungan para pengusaha pribumi yang ada di daerah. Tanpa itu semua, kita bekerja seperti tidak penuh. Dengan regulasi, kita akan kuat,” ungkap Syaiful.

Seperti para pengusaha yang bergerak di sektor UKM, kata Syaiful, mereka tidak bisa bekerja dan berkembang sendiri tanpa ada back up regulasi. Bahkan, regulasi bisa mendorong usaha mereka berkembang lebih cepat.

“Harus bergulir lebih cepat menjadi usaha besar. Bukan usaha menengah jadi usaha kecil. Kita jangan sampai menjadi gelandangan di kampung sendiri,” ungkap Syaiful memberikan semangat kepada pengurus.

Karena itu, pria yang menjabat ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Banten itu menekankan kepada para pengusaha pribumi agar menunjukkan profesionalitasnya dalam berusaha.

“Pengusaha pribumi harus bisa. Jika tidak dilakukan, tidak akan bisa,” katanya. 

Untuk membesarkan HIPPI, Syaiful mengajak pengurus untuk solid. HIPPI yang secara organisasi sangat besar, perlu karya nyata secara kolektif dari para pengusaha pribumi di Banten. Potensi usaha di Banten sangat besar jika digarap secara bersama-sama.

Usai mengukuhkan pengurus HIPPI Banten, Sekretaris Jenderal HIPPI Erik Hidayat mengungkapkan,  HIPPI hadir sudah lama. Organisasi ini dibentuk agar para pengusaha pribumi dapat melawan hegemoni pengusaha asing. Kondisi itu hampir sama dengan kondisi yang terjadi saat ini.

“Potensi industri kita sangat besar. Bahkan, ekonomi kita yang terbesar di Asia Tenggara,” ungkapnya.

Ia pun berpesan kepada para pengusaha pribumi untuk bergerak dan mampu berkompetisi di era usaha yang pergerakan barangnya begitu cepat.  (aas)